Solidaritas Masyarakat Bima: Warisan Leluhur di Perantauan
ORBITINDONESIA.COM – Solidaritas masyarakat Bima yang kuat mencerminkan falsafah leluhur yang tetap hidup meski di perantauan.
Masyarakat Bima dikenal memiliki solidaritas yang kuat, terutama ketika berada jauh dari tanah kelahiran. Nilai-nilai leluhur seperti Maja Labo Dahu dan Ede Ra Ndai Sura Dou Labo Dana menjadi landasan mereka dalam membangun hubungan kekeluargaan di perantauan.
Budayawan Bima, Husain Laodet, menjelaskan bahwa karakter solidaritas ini berakar dari falsafah hidup yang diwariskan leluhur. Di perantauan, orang Bima mudah mengidentifikasi satu sama lain dan menjalin hubungan erat seolah keluarga. Nilai-nilai ini terbentuk sejak lama dan masih mengalir dalam nadi kehidupan mereka.
Kehidupan di perantauan memaksa orang Bima untuk bergantung satu sama lain, membentuk ikatan emosional yang kuat. Namun, di kampung halaman, ikatan ini sering kali memudar karena situasi bertahan hidup bersama yang berbeda. Modernisasi dan gaya hidup individualis turut menggerus nilai-nilai ini, namun esensi kekeluargaan tetap bertahan.
Masyarakat Bima diharapkan terus menjaga dan menerapkan falsafah leluhur mereka, agar solidaritas dan persaudaraan tidak hilang. Pertanyaannya, bagaimana generasi muda Bima bisa mempertahankan nilai-nilai ini di tengah arus perubahan zaman?