Merger Raksasa: Rio Tinto dan Glencore Menuju Tambang Terbesar Dunia
ORBITINDONESIA.COM – Ketika dua raksasa tambang, Rio Tinto dan Glencore, merencanakan penggabungan senilai US$ 207 miliar, dunia tambang menanti perubahan besar.
Di tengah meningkatnya permintaan logam seperti tembaga akibat transisi energi, perusahaan tambang berlomba-lomba memperbesar skala. Rio Tinto dan Glencore kembali mendiskusikan merger setelah usaha sebelumnya gagal di 2024.
Jika kesepakatan terjadi, gabungan Rio Tinto-Glencore akan mendominasi pasar global. Saham Glencore melonjak 6% di AS, sedangkan saham Rio Tinto turun 6,3% di Australia, menunjukkan reaksi investor yang beragam.
Beberapa analis khawatir bahwa merger semacam ini bisa merugikan jangka panjang, mengingat sejarah merger tambang yang sering mengurangi nilai saham. Namun, peluang memperluas portofolio logam, terutama tembaga, tidak bisa diabaikan.
Merger ini bisa menjadi langkah strategis bagi Rio Tinto untuk memperluas pengaruhnya. Namun, tantangan integrasi dan risiko overpay harus diantisipasi. Akankah ini menjadi era baru bagi industri tambang atau justru menciptakan masalah baru?
(Orbit dari berbagai sumber, 11 Januari 2026)