Rehabilitasi Pertanian Sumatera: Padat Karya Demi Pemulihan Ekonomi
ORBITINDONESIA.COM – Ribuan hektare sawah di Sumatera hancur akibat bencana, namun semangat petani untuk bangkit kembali memicu langkah rehabilitasi padat karya yang digagas pemerintah.
Bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menghancurkan 98.000 hektare lahan pertanian. Kerusakan ini mengancam sumber mata pencaharian ribuan petani. Pemerintah pusat berkomitmen untuk mengembalikan produktivitas sektor pertanian melalui skema padat karya, yang melibatkan langsung para petani dalam proses rehabilitasi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pendekatan padat karya ini sebagai solusi efektif, di mana petani dapat memulihkan lahan sekaligus mendapatkan penghasilan. Dengan total kebutuhan tenaga kerja mencapai 200.000 hari orang kerja, program ini juga memanfaatkan teknologi seperti traktor dan drone untuk mempercepat proses. Targetnya, lahan yang rusak ringan hingga sedang dapat pulih dalam waktu tiga bulan.
Langkah pemerintah ini patut diapresiasi karena memberikan kesempatan bagi petani untuk terlibat aktif dan merasa memiliki dalam proses pemulihan. Namun, ada tantangan dalam memastikan distribusi bantuan dan teknologi tepat guna. Pemerintah harus memastikan bahwa semua petani mendapatkan akses yang adil terhadap sumber daya dan teknologi yang disediakan.
Pemulihan sektor pertanian di Sumatera adalah upaya yang membutuhkan kolaborasi dan ketekunan. Diharapkan pendekatan padat karya ini tidak hanya memulihkan lahan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi petani. Bagaimana kita dapat memastikan bahwa strategi ini berkelanjutan dan berdampak jangka panjang? Pertanyaan ini membuka ruang diskusi lebih lanjut tentang kebijakan pertanian yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan petani.
(Orbit dari berbagai sumber, 18 Januari 2026)