Sekuel Horor dan Film Lokal: Menyimak Tren Bioskop Akhir Pekan
ORBITINDONESIA.COM – Akhir pekan ini, bioskop di Jakarta kembali diramaikan dengan film-film yang memacu adrenalin, termasuk sekuel horor 28 Years Later: The Bone Temple yang mencuri perhatian publik.
Film horor kerap menjadi pilihan favorit masyarakat yang mencari sensasi menegangkan. Dengan latar dunia pasca virus Rage, 28 Years Later: The Bone Temple menawarkan konflik antarmanusia yang intens. Sementara itu, film Indonesia seperti Alas Roban tidak kalah menarik dengan cerita horor lokalnya yang kental.
Tren film horor menunjukkan peningkatan minat yang signifikan. Data Box Office mencatat bahwa genre ini terus meraup keuntungan besar, baik di pasar internasional maupun domestik. Alas Roban, misalnya, berhasil menarik perhatian penonton lokal dengan mengangkat mitos dan cerita rakyat yang akrab di telinga.
Keberhasilan film horor tidak terlepas dari kemampuan sineas dalam membangkitkan emosi ketakutan yang universal. Dalam konteks Indonesia, film seperti Alas Roban juga menawarkan nilai budaya yang kuat, menjadikannya lebih dari sekadar hiburan semata.
Sekuel horor dan film lokal akhir pekan ini membuktikan bahwa cerita menegangkan selalu menemukan tempat di hati penonton. Pertanyaannya, sampai kapan tren ini akan bertahan? Mampukah sineas lokal terus menggali potensi cerita yang mampu bersaing di kancah internasional?
(Orbit dari berbagai sumber, 18 Januari 2026)