Penemuan Air di Jupiter: Mengguncang Pemahaman Ilmiah

ORBITINDONESIA.COM – Penemuan baru menunjukkan bahwa Jupiter, planet terbesar di Tata Surya, memiliki kandungan air dan oksigen lebih besar dari perkiraan. Ini mengubah pemahaman tentang pembentukan planet gas raksasa.

Jupiter dikenal sebagai raksasa gas dengan atmosfer tebal yang menutupi rahasianya. Penelitian selama ini dibatasi oleh keterbatasan teknologi pengamatan. Kini, dengan model digital baru, kita dapat melihat gambaran yang lebih jelas tentang komposisi Jupiter yang sebenarnya.

Model yang dikembangkan di University of Chicago menggabungkan reaksi kimia dan dinamika gas. Temuan ini menunjukkan pencampuran vertikal atmosfer Jupiter lebih lambat dari dugaan. Data dari wahana Juno NASA memperkuat temuan ini, mengungkapkan kandungan air yang lebih tinggi di bawah awan tebal.

Pemahaman baru ini mengisyaratkan bahwa Jupiter terbentuk dari wilayah di mana oksigen banyak membeku menjadi es. Ini mendukung teori bahwa Jupiter berasal dari cakram protoplanet kaya karbon. Temuan ini mungkin memiliki implikasi luas bagi studi planet lain di luar Tata Surya kita.

Penemuan ini membuka babak baru dalam astronomi, menantang kita untuk memikirkan kembali bagaimana planet raksasa terbentuk. Pengukuran langsung lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini. Bagaimana implikasi ini akan mempengaruhi studi sistem planet lain?

(Orbit dari berbagai sumber, 2 Februari 2026)