Debat Kesiapan Gen Z: Etiket Kerja atau Budaya Baru?

ORBITINDONESIA.COM – Seorang pendiri di Dubai, Mahima Jalan, mencetuskan perdebatan online setelah mempertanyakan kesiapan kandidat Gen Z saat wawancara kerja.

Munculnya generasi baru dalam dunia kerja sering kali menimbulkan gesekan antara ekspektasi dan realitas. Kasus Mahima Jalan dengan kandidat Gen Z menunjukkan perbedaan pandangan dalam kesiapan dan etiket kerja.

Generasi Z dikenal dengan pendekatan kerja yang berbeda. Seringkali, mereka lebih mengutamakan keseimbangan kerja-hidup dan fleksibilitas. Namun, hal ini bisa berbenturan dengan ekspektasi tradisional tentang persiapan dan etiket profesional. Data menunjukkan bahwa Gen Z lebih memilih lingkungan kerja yang kolaboratif dan inklusif, sesuatu yang kadang dianggap kurang persiapan oleh generasi sebelumnya.

Beberapa pengguna media sosial berpendapat bahwa mengajukan pertanyaan dasar bukanlah ketidaksiapan, melainkan langkah untuk memahami kesesuaian budaya perusahaan. Sementara itu, Jalan berargumen bahwa wawancara adalah momen penting yang membutuhkan persiapan matang. Ini menyoroti ketegangan antara pendekatan kerja 'vibes' Gen Z dan tuntutan kepemilikan yang diharapkan oleh banyak perusahaan.

Apakah perbedaan pandangan ini menunjukkan perlunya penyesuaian dari kedua belah pihak? Atau haruskah kita mempertanyakan kembali ekspektasi kita terhadap generasi muda? Yang pasti, dialog seperti ini membuka jalan untuk diskusi lebih lanjut tentang evolusi budaya kerja di era modern.

(Orbit dari berbagai sumber, 3 Februari 2026)