KRI Sultan Iskandar Muda: Misi Perdamaian Terakhir di Lebanon

ORBITINDONESIA.COM – Keberanian KRI Sultan Iskandar Muda berhelikopter di Lebanon menorehkan sejarah baru dalam misi perdamaian PBB.

Indonesia mengakhiri pengiriman kontingen untuk Satgas Maritime Task Force (MTF) di bawah UNIFIL, seiring keputusan PBB untuk menghentikan misi ini. KRI Sultan Iskandar Muda menjadi simbol kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian di Lebanon selama lebih dari satu tahun.

Penghentian misi UNIFIL oleh PBB membuka diskusi tentang dinamika geopolitik dan peran militer Indonesia di luar negeri. Selama bertugas, KRI Sultan Iskandar Muda tidak hanya berpatroli, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi dengan latihan angkatan laut internasional. Prestasi ini dibuktikan dengan sejumlah penghargaan internasional yang diterima.

Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga perdamaian dunia melalui partisipasi aktif di misi-misi PBB. Keputusan untuk tidak melanjutkan pengiriman kontingen bisa dipandang sebagai langkah strategis dalam menyesuaikan fokus dan prioritas pertahanan nasional.

Penugasan KRI Sultan Iskandar Muda sejalan dengan visi pertahanan dan politik luar negeri Indonesia. Dalam ketiadaan misi UNIFIL, Indonesia perlu merumuskan langkah selanjutnya dalam kontribusi global. Apakah ini saatnya bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas pertahanan dalam negeri atau menjajaki bentuk partisipasi lain di dunia internasional?

(Orbit dari berbagai sumber, 4 Februari 2026)