Penangkapan Warga AS oleh ICE: Kontroversi dan Dampaknya

ORBITINDONESIA.COM – Video viral menunjukkan Aliya Rahman, warga negara AS, ditangkap petugas ICE secara paksa, memicu diskusi publik tentang praktik penegakan hukum imigrasi.

Peristiwa penangkapan Aliya Rahman oleh petugas ICE mengungkap masalah penegakan hukum imigrasi di AS. Meskipun Rahman adalah warga negara AS, ia diperlakukan kasar dan mengalami cedera. Kasus ini bukanlah insiden tunggal, tetapi bagian dari pola yang lebih luas di Minnesota dan negara bagian lainnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, banyak warga AS di Minnesota mengalami intimidasi dan penahanan oleh petugas imigrasi. Penggunaan 'etnisitas yang tampak' sebagai dasar kecurigaan telah memicu kritik dari para ahli hukum. Kebijakan ini dianggap sebagai pelanggaran sistematis terhadap hak-hak konstitusional, terutama terhadap warga keturunan Asia dan Afrika.

Beberapa pihak berargumen bahwa tindakan ini merupakan bentuk profiling rasial oleh pemerintah. Namun, Departemen Keamanan Dalam Negeri membantah tuduhan tersebut. Para ahli hukum menilai bahwa kebijakan ini memperburuk ketidakpercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

Insiden yang dialami Rahman dan lainnya mengundang pertanyaan tentang masa depan kebijakan imigrasi di AS. Bagaimana pemerintah akan menyeimbangkan keamanan nasional dengan hak-hak individu? Ini adalah pertanyaan yang perlu dijawab untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.

(Orbit dari berbagai sumber, 4 Februari 2026)