Fenomena 'Manusia Tikus' di Tiongkok: Gaya Hidup atau Alarm Sosial?
ORBITINDONESIA.COM – Ketika malam menjadi siang dan siang menjadi malam, generasi muda Tiongkok menghadapi fenomena 'manusia tikus' yang mengundang perhatian publik dan kekhawatiran pemerintah.
Di Tiongkok, istilah 'manusia tikus' menggambarkan anak muda yang hidup dengan ritme terbalik, menghabiskan malam dengan aktivitas daring dan tidur sepanjang siang. Fenomena ini muncul sebagai respons dari tekanan sosial dan ekonomi yang berat, menawarkan pelarian dari kehidupan yang penuh persaingan.
Pemerintah Tiongkok khawatir tren ini bisa mempengaruhi semangat kerja dan ketertiban sosial, sehingga meluncurkan kampanye untuk menekan konten yang dianggap mempromosikan gaya hidup tersebut. Media lokal terpecah, dengan beberapa mendukung langkah pemerintah sementara yang lain melihatnya sebagai ancaman terhadap kebebasan berekspresi.
Fenomena 'manusia tikus' bukan sekadar gaya hidup baru, melainkan refleksi dari tekanan yang dialami generasi muda. Ini adalah bentuk perlawanan sunyi terhadap tuntutan kerja keras yang tak kenal henti, menunjukkan kebutuhan mendesak untuk menyeimbangkan antara bekerja dan beristirahat.
Fenomena ini menantang kita untuk mempertimbangkan kembali definisi sukses dan kebahagiaan. Apakah kita akan terus menekan anak muda dengan ekspektasi tinggi, ataukah kita bisa belajar menghargai pentingnya keseimbangan dalam hidup? (Orbit dari berbagai sumber, 5 Februari 2026)