Batu Akik: Ekonomi Hati Gembira Walau Sedikit Uang
ORBITINDONESIA.COM - Setiap zaman ada kejadian penting yang membuat rakyat bergairah dan gembira. Di era Jokowi masyarakat berebut membeli tanaman hias. Di pasar tanaman hias laku keras.
Pada Pak SBY adalah era booming batu akik. Ramai pasar pasar dengan perdagangan batu akik. Tukang tambal ban sampai jenderal semua gosok batu akik. Ekonomi hidup dengan kesenangan dan kegembiraan.
Batu akik memang Indonesia banget. Negeri ini adalah gudangnya batu akik. Dari Kalimantan hingga Sumbawa tersimpan ribuan batu akik. Singkatnya Indonesia adalah gudang permata dan akik adalah permata Nusantara.
Akik memang punya sejarah yang kuat dalam masyarakat Indonesia. Batu-batu tertentu dipandang memiliki kekuatan magis, membangkitkan semangat dan memiliki daya spiritual. Bahkan lebih jauh bisa diyakini sebagai media kesaktian dan pengobatan berbagai macam penyakit.
Dasar kepercayaan ini sebetulnya sederhana "Tidak mungkin baru batu mengkristal dan bersinar jika tidak ada kekuatan di dalamnya, karena untuk sampai ke titik tersebut tentu butuh energi yang besar".
Batu akik dari seluruh penjuru Nusantara beragam jenis dan memiliki karakter keindahan masing masing. Beda orang beda cara memandang.
Setiap warna batu akik menjadi identitas pemakainya. Karakter orang terlihat dari warna batu yang digunakan di perhiasan cincin, gelang atau kalung yang digunakan.
Perhatikan orang yang biasa menggunakan cincin di tangannya, saat tidak menggunakan orang tersebut tampak beda, namun saat menggunakan auranya langsung terlihat.
Era Pak Jokowi baru akik agak sedikit meredup. Hal itu karena pak Jokowi tidak memakai cincin akik. Namun Era Presiden Prabowo tampaknya batu akik akan kembali bangkit. Meramaikan pasar-pasar rakyat, bahkan bisa mengajak bursa keuangan, pasar saham, dan perdagangan komoditas ke tema rakyat. Prabowo ini pasal 33 UUD 1945, sehingga akan menjadi eranya pasar batu akik.
(Oleh Salamuddin Daeng, pengamat ekonomi) ***