AS Dorong Perdamaian Rusia-Ukraina Sebelum Pemilu Paruh Waktu
ORBITINDONESIA.COM – AS menargetkan kesepakatan damai Rusia-Ukraina tercapai sebelum Juni, demi memusatkan perhatian pada pemilu paruh waktu.
Amerika Serikat menginginkan kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina tercapai sebelum Juni. Ini menjadi target ambisius di tengah perbedaan besar antara kedua negara tersebut. Ukraina harus menyelenggarakan referendum sebelum penandatanganan kesepakatan, yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Negosiasi kedua negara diadakan di Abu Dhabi dengan mediasi utusan Trump. Delegasi Rusia menunjukkan perubahan sikap dengan berdiskusi konkret tentang batasan mereka. Amerika Serikat berkomitmen aktif dalam pemantauan gencatan senjata di masa depan. Namun, Rusia masih menuntut penarikan pasukan Ukraina dari wilayah Donbas.
Presiden Zelensky mengutarakan bahwa sikap Ukraina adalah menyelesaikan masalah teritorial berdasarkan garis saat ini. Amerika berencana mengalihkan fokus ke pemilu paruh waktu sekitar Juni. Ini menimbulkan pertanyaan, apakah kepentingan politik AS lebih diutamakan daripada pencapaian perdamaian yang berkelanjutan.
Peran Amerika Serikat dalam perdamaian ini menjadi penentu. Namun, keamanan harus dijamin sebelum perdamaian dapat tercapai. Kesepakatan keamanan AS-Ukraina harus menjadi prioritas demi kepercayaan publik Ukraina. Pertanyaannya, akankah semua pihak dapat menemukan jalan keluar yang berkelanjutan?
(Orbit dari berbagai sumber, 9 Februari 2026)