Ijazah Jokowi: Fakta Empiris di Tengah Keterbelahan Publik

ORBITINDONESIA.COM – Bonatua Silalahi mengungkap salinan ijazah Joko Widodo, menantang publik untuk meneliti dengan fakta empiris.

Terjadi perdebatan panjang mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo. Di tengah spekulasi yang berkembang, Bonatua Silalahi, seorang pengamat kebijakan publik, mengambil langkah berani dengan membuka salinan ijazah Jokowi yang diterima dari KPU RI. Langkah ini dilakukan setelah melalui proses hukum yang panjang, termasuk sengketa di Komisi Informasi Publik.

Majelis KIP memutuskan bahwa salinan ijazah Jokowi merupakan informasi terbuka. Hal ini menandai kemenangan Bonatua dalam sengketa informasi. Dalam keputusan ini, KIP menegaskan bahwa informasi terkait pencalonan presiden harus bisa diakses publik. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek hukum dan relevansi informasi dalam konteks politik dan sosial.

Pemublikasian ijazah Jokowi oleh Bonatua menjadi momen penting dalam perjalanan transparansi publik di Indonesia. Hal ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan empirik dalam memahami isu-isu kontroversial. Bonatua mengajak masyarakat untuk beralih dari ranah keyakinan ke ranah ilmiah, mengedepankan fakta di atas spekulasi.

Langkah Bonatua Silalahi membuka akses informasi menyoroti pentingnya keterbukaan dan transparansi di era informasi ini. Dengan memanfaatkan data empiris, masyarakat diharapkan dapat bersatu dalam berdiskusi secara ilmiah dan obyektif. Pertanyaan yang tersisa adalah: apakah kita siap untuk selalu memilih fakta di atas opini?

(Orbit dari berbagai sumber, 10 Februari 2026)