Relokasi Chip Taiwan ke AS: Tantangan dan Realitas
ORBITINDONESIA.COM – Penolakan tegas Taiwan terhadap pemindahan 40 persen produksi semikonduktor ke AS menyoroti ketegangan industri global yang memanas.
Amerika Serikat mendorong Taiwan untuk memindahkan sebagian besar produksi chipnya ke AS di tengah kekhawatiran ketergantungan pada China. Namun, Taiwan menolak keras gagasan ini, menegaskan bahwa ekosistem semikonduktor mereka tidak bisa direlokasi begitu saja.
Industri semikonduktor Taiwan telah dibangun selama puluhan tahun dengan investasi besar dan infrastruktur yang kompleks. Pemindahan bukan hanya menantang secara logistik, tetapi juga dapat mengganggu rantai pasok global. Selain itu, ancaman kenaikan tarif dari AS menambah ketegangan dalam hubungan ekonomi kedua negara.
Taiwan memiliki alasan kuat untuk menolak. Mereka tidak hanya menjaga kepentingan ekonomi domestik, tetapi juga mempertahankan posisi strategis dalam industri teknologi global. Taiwan bersedia berbagi pengetahuan dengan AS, tetapi dengan syarat bahwa Taiwan tetap menjadi pusat produksi utama.
Keputusan Taiwan untuk menolak relokasi ini memunculkan pertanyaan tentang masa depan industri semikonduktor global. Akankah negosiasi lebih lanjut menghasilkan solusi yang saling menguntungkan? Atau apakah kita akan melihat pergeseran kekuatan dalam rantai pasok teknologi dunia?
(Orbit dari berbagai sumber, 11 Februari 2026)