Ketegangan Korea Selatan-Jepang: Protes Seoul atas Takeshima Day

ORBITINDONESIA.COM – Seoul kembali memanas setelah Jepang merayakan Takeshima Day, yang menimbulkan reaksi keras dari Korea Selatan. Ketegangan ini bukanlah hal baru, namun tetap menjadi isu sensitif antara kedua negara.

Peringatan Takeshima Day oleh Jepang setiap tahun selalu mengundang kontroversi. Kepulauan yang dikenal sebagai Dokdo di Korea Selatan dan Takeshima di Jepang ini menjadi simbol sengketa wilayah yang rumit. Kedua negara mengklaim kedaulatan atas pulau yang kaya akan sumber daya laut ini.

Hubungan Korea Selatan dan Jepang seringkali diwarnai oleh ketegangan sejarah dan politik. Meskipun kedua negara adalah sekutu dekat Amerika Serikat, isu-isu seperti perayaan Takeshima Day mengingatkan dunia akan sejarah kolonialisme Jepang di Semenanjung Korea. Menurut data dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, setiap tahun puluhan protes diadakan untuk menentang acara ini.

Banyak pengamat melihat perayaan ini sebagai upaya Jepang untuk menegaskan klaim kedaulatannya. Namun, bagi Korea Selatan, hal ini dianggap sebagai provokasi yang tidak perlu. Opini publik di Korea Selatan semakin terpolarisasi, dengan banyak warga yang menyerukan pemerintah untuk mengambil tindakan tegas.

Ketegangan ini menyoroti betapa rentannya hubungan bilateral yang dibangun di atas sejarah yang kompleks. Di tengah dinamika geopolitik yang berubah, apakah kedua negara dapat menemukan jalan damai untuk menyelesaikan sengketa ini? Atau, apakah kita akan terus melihat siklus ketegangan yang berulang? (Orbit dari berbagai sumber, 24 Februari 2026)