Industri Acara: Stres, Insomnia, dan Harapan Baru untuk 2026
ORBITINDONESIA.COM – Sebuah survei terbaru mengungkap bahwa 86% manajer acara di Inggris mengalami insomnia atau burnout karena pekerjaan mereka, tetapi ada optimisme untuk tahun 2026 jika perencanaan sumber daya lebih diprioritaskan.
Studi dari ClinkClink menunjukkan bahwa stres dan masalah tidur masih menjadi persoalan serius di industri acara Inggris. Meski peringatan tentang tekanan pekerjaan sudah ada sejak laporan global 2023, namun tantangan ini tetap bertahan hingga kini. Hampir 80% manajer acara melaporkan kualitas tidur yang buruk sebelum acara berlangsung.
Data mengungkap bahwa masalah tidur hanya sebagian kecil dari isu kesejahteraan lebih luas. Sebanyak 41% responden menyebut siklus perencanaan acara sangat menekan, sementara 23% lainnya mengatakan beban kerja berdampak negatif pada kesehatan mental dan kehidupan pribadi. Tantangan terbesar adalah tenggat waktu yang tidak realistis, tuntutan pemangku kepentingan, dan kurangnya dukungan internal yang memadai.
Meski stres tinggi, semangat bekerja di industri ini tetap kuat. 70% manajer acara tidak mempertimbangkan untuk meninggalkan industri, menandakan bahwa dengan perbaikan yang tepat, kesejahteraan bisa ditingkatkan. Menariknya, 64% dari mereka optimis bahwa keseimbangan kerja-hidup dapat terwujud tahun ini.
Industri acara tidak hanya tentang tekanan, tetapi tentang cinta dan dedikasi pada pekerjaan. Alex Pearn dari ClinkClink menekankan pentingnya dukungan dari seluruh ekosistem acara untuk memperbaiki kesejahteraan pelaku industri di 2026. Apakah kita siap mengubah tantangan ini menjadi peluang untuk perbaikan dan keberlanjutan?
(Orbit dari berbagai sumber, 25 Februari 2026)