China Mengerahkan Kapal Intelijen Antariksa Paling Canggih Yuan Wang 1 ke Perairan Laut Oman
ORBITINDONESIA.COM — China dilaporkan mengerahkan kapal intelijen antariksa paling canggihnya, Yuan Wang 1, ke perairan Laut Oman. Kapal ini dikenal sebagai platform pengintaian strategis dengan radar raksasa dan sistem sensor elektronik berdaya jangkau sangat jauh.
Kehadiran Yuan Wang 1 di kawasan dekat Teluk Arab dan Samudra Hindia memicu kekhawatiran baru di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kapal ini disebut-sebut mampu menjalankan fungsi peringatan dini untuk mendeteksi peluncuran roket, rudal balistik, hingga pergerakan pesawat militer Amerika Serikat segera setelah lepas landas dari pangkalan di kawasan Teluk.
“Mata Langit” China di Pintu Gerbang Timur Tengah
Yuan Wang 1 bukan kapal biasa. Armada kelas Yuan Wang milik China selama ini dikenal sebagai “mata dan telinga” Beijing untuk memantau uji coba rudal, satelit, serta aktivitas militer negara lain. Dengan antena parabola berukuran besar dan sistem intelijen elektronik (SIGINT), kapal ini dapat memantau sinyal radar, komunikasi militer, hingga jejak telemetri peluncuran roket.
Analis militer menyebut, dari posisi di Laut Oman, kapal ini memiliki sudut pantau strategis ke wilayah Teluk Arab, perairan sekitar Iran, hingga jalur pelayaran Samudra Hindia yang kerap dilintasi armada tempur Barat.
Deteksi “Siluman” F-35
Salah satu kemampuan yang paling disorot adalah potensi Yuan Wang 1 dalam membantu mendeteksi pesawat siluman F-35 milik Amerika Serikat. Dengan memanfaatkan kombinasi frekuensi radar kompleks dan pengintaian elektronik pasif, kapal ini diyakini dapat mengumpulkan pola emisi elektronik pesawat tempur generasi kelima tersebut.
Meski F-35 dikenal sulit dilacak radar konvensional, keberadaan platform intelijen jarak jauh di laut memungkinkan China mengoleksi “sidik jari elektronik” pesawat siluman untuk dianalisis lebih lanjut.
“Mata Luar” Bagi Pertahanan Udara Iran
Lebih jauh, laporan intelijen regional menyebut kemungkinan keterkaitan data pengintaian Yuan Wang 1 dengan sistem pertahanan udara Iran, termasuk sistem buatan China seperti HQ-9. Jika benar, kapal ini berpotensi berfungsi sebagai “mata luar” yang memberi peringatan dini dan arah target bagi pertahanan udara Iran sebelum pesawat Amerika memasuki wilayah udara Iran.
Skema seperti ini akan meningkatkan waktu reaksi Iran dalam menghadapi potensi serangan udara, sekaligus memperluas jangkauan kesadaran situasional (situational awareness) Teheran di luar perbatasannya.
Pesan Geopolitik Beijing
Pengerahan Yuan Wang 1 di Laut Oman dinilai bukan sekadar operasi intelijen teknis, melainkan juga sinyal politik dan militer dari Beijing. China menunjukkan kemampuannya memproyeksikan pengintaian strategis jauh dari perairan domestik, sekaligus menegaskan posisinya sebagai pemain penting dalam dinamika keamanan Timur Tengah.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas China mengenai misi spesifik Yuan Wang 1 di kawasan tersebut. Namun, pergerakan kapal intelijen ini dipastikan akan terus dipantau ketat oleh militer Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan.
(Sumber: Mata Dunia)***