Indonesia Bergabung dengan Board of Peace: Langkah Berdaulat untuk Palestina

ORBITINDONESIA.COM – Indonesia mengambil langkah berani dengan bergabung dalam Board of Peace, meski Rusia menilai langkah ini kurang inklusif.

Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, memutuskan untuk bergabung dengan Board of Peace (BoP) dan berencana mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza. Keputusan ini dianggap sebagai upaya melindungi rakyat Palestina dan mempromosikan solusi dua negara. Meski demikian, langkah ini tidak lepas dari sorotan negara-negara besar yang tidak terlibat dalam BoP.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyebut bahwa BoP tidak secara eksplisit memuat agenda solusi dua negara. Bahkan, Palestina tidak terwakili dalam struktur BoP, sementara Israel ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas mekanisme tersebut dalam menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Rusia dan China, dua kekuatan besar dunia, memilih untuk tidak terlibat dalam BoP, menandakan kemungkinan ketidakpuasan dengan cara penyelesaian konflik yang diusulkan.

BoP mungkin dianggap oleh beberapa pihak sebagai alat politik yang digunakan oleh Amerika Serikat untuk memperkuat pengaruhnya di Timur Tengah dan kawasan lainnya. Dengan tidak adanya dukungan dari negara-negara besar seperti Rusia dan China, efektivitas BoP dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Gaza dipertanyakan. Langkah Indonesia bergabung dengan BoP menunjukkan keberanian dalam mengambil posisi di kancah internasional, meski menimbulkan perdebatan tentang implikasi jangka panjangnya.

Keberanian Indonesia dalam berpartisipasi di BoP adalah langkah signifikan dalam peta diplomasi global. Namun, efektivitas langkah ini dalam mencapai perdamaian yang nyata di Timur Tengah masih harus dibuktikan. Apakah BoP akan menjadi katalis bagi perdamaian atau sekadar panggung geopolitik? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

(Orbit dari berbagai sumber, 28 Februari 2026)