Stellantis Adopsi Budaya Kerja Keras ala Silicon Valley
ORBITINDONESIA.COM – Keputusan Stellantis untuk mengadopsi budaya kerja 'hardcore' ala Silicon Valley mengejutkan banyak pihak.
Stellantis, produsen otomotif besar, mengumumkan kebijakan baru terkait kerja di kantor. Setelah sebelumnya menerapkan kebijakan kerja remote, kini perusahaan meminta karyawan kembali ke kantor lima hari seminggu. Keputusan ini muncul setelah kunjungan CEO Antonio Filosa ke San Francisco, di mana ia terinspirasi oleh startup teknologi yang memprioritaskan kolaborasi di kantor.
Keputusan Stellantis untuk mengubah kebijakan kerja ini menandai pergeseran signifikan dalam budaya perusahaan. Langkah ini mencerminkan tren di industri teknologi yang semakin menekankan kerja di kantor demi efisiensi dan kolaborasi. Data menunjukkan bahwa beberapa perusahaan teknologi besar, seperti Amazon dan Meta, telah menerapkan kebijakan serupa untuk meningkatkan kinerja.
Langkah Stellantis dapat dipandang sebagai upaya untuk menyelamatkan perusahaan dari penurunan penjualan di AS. Dengan meniru model kerja startup AI dan software, Stellantis berharap dapat memacu inovasi dan produktivitas. Namun, kebijakan ini juga berisiko menimbulkan ketidakpuasan di kalangan karyawan yang telah terbiasa dengan fleksibilitas kerja remote.
Apakah adopsi budaya kerja keras ala Silicon Valley dapat menyelamatkan Stellantis dari tantangan industri otomotif? Hanya waktu yang akan menjawab. Namun, pertanyaan ini mengingatkan kita akan pentingnya keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi dalam mencapai kesuksesan jangka panjang.
(Orbit dari berbagai sumber, 1 Maret 2026)