GQG Partners Menantang Arus, Menolak AI di Tengah Kritik
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah arus deras investasi pada kecerdasan buatan, GQG Partners justru memilih jalur berbeda, menantang tren yang mendominasi industri keuangan.
Langkah GQG Partners yang menjauh dari AI bertolak belakang dengan kebanyakan pesaingnya. Keputusan ini berujung pada penurunan kinerja dan penarikan dana klien. Net outflows tahunan mencapai US$3.9 miliar hingga akhir Desember.
CEO Tim Carver mengakui bahwa klien bereaksi terhadap kinerja jangka pendek. Dengan outflows terbesar terjadi pada Januari, GQG percaya bahwa strategi defensif mereka akan membuahkan hasil saat pasar mengalami penurunan. FUM meningkat dari US$153 miliar menjadi US$164 miliar dalam setahun terakhir.
Rajiv Jain, CIO GQG, menyoroti 'retakan' dalam industri AI, seperti yang terlihat pada Meta dan Microsoft. Jain menegaskan bahwa keputusan menjauh dari AI adalah pilihan sadar, bukan kebetulan. Morningstar mencatat bahwa tanpa katalis yang jelas, penarikan dana kemungkinan berlanjut.
Keberanian GQG Partners memilih jalan berbeda menantang tren dominan. Apakah strategi ini akan menjadi pelajaran bagi industri atau sekadar eksperimen? Hanya waktu yang akan menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 9 Maret 2026)