Tren Konsumsi Hijau: Simbol Kepedulian atau Kapitalisme Baru?
ORBITINDONESIA.COM – Di sebuah kafe di Jakarta, Wikandini, seorang pekerja media sosial, memamerkan tumbler pastel miliknya. Tren membawa barang-barang ramah lingkungan kini menjadi simbol gaya hidup dan status sosial.
Fenomena konsumsi produk ramah lingkungan seperti tumbler, totebag, dan sedotan stainless mencerminkan paradoks. Niat baik untuk hidup ramah lingkungan beralih menjadi dorongan konsumsi baru.
Survei menunjukkan 84% konsumen Indonesia pernah menggunakan produk ramah lingkungan. Konsumsi hijau meningkat, didorong oleh regulasi dan preferensi konsumen. Namun, tidak semua produk benar-benar ramah lingkungan.
Genta Mahardhika, peneliti sosiologi, menegaskan bahwa konsumsi hijau adalah simbol gaya hidup kelas menengah. Algoritma dan influencer memperkuat tren ini, namun menimbulkan gejala greenwashing moral.
Kesadaran akan komersialisasi gaya hidup hijau perlu ditingkatkan. Mengubah cara pandang dan sistem lebih penting daripada memperbanyak koleksi barang. Menyelamatkan lingkungan bukan sekadar soal membeli produk, tetapi mengubah cara hidup.
(Orbit dari berbagai sumber, 11 Maret 2026)