Ketidakpastian Pasar Saham AS di Tengah Konflik Iran
ORBITINDONESIA.COM – Ketidakpastian melanda Wall Street saat pasar saham AS tetap tenang menunggu akhir perang dengan Iran.
Pasar saham AS mengalami ketidakstabilan di tengah ketegangan geopolitik dengan Iran. Harga minyak yang berfluktuasi tajam akibat kekhawatiran perang yang menghambat aliran minyak dan gas bumi global menjadi salah satu penyebab utama.
Harga minyak Brent, standar internasional, menurun 11,3% menjadi $87,80 per barel setelah lonjakan sebelumnya. Pernyataan Presiden Donald Trump yang ambigu mengenai akhir perang dengan Iran memengaruhi pasar. Ketidakpastian ini menyebabkan pergerakan liar di pasar saham global, termasuk di AS, Asia, dan Eropa.
Ketidakpastian geopolitik sering kali menyebabkan ketidakstabilan di pasar saham. Amerika Serikat berusaha menjaga Selat Hormuz tetap terbuka untuk memastikan pasokan minyak dunia tidak terganggu. Pernyataan Trump yang tegas mengenai tindakan balasan terhadap Iran menunjukkan upaya menjaga stabilitas ekonomi global.
Ketidakpastian di pasar saham dan potensi stagflasi mengancam ekonomi global. Apakah upaya diplomasi akan mengakhiri ketegangan ini, atau akankah pasar terus bergejolak? Hanya waktu yang akan menjawab, namun tetap penting bagi para pelaku pasar untuk tetap waspada.
(Orbit dari berbagai sumber, 13 Maret 2026)