Fenomena Wellnessmaxxing: Tren Kesehatan atau Ancaman?
ORBITINDONESIA.COM – Di era digital, tren kesehatan seperti "wellnessmaxxing" mendominasi media sosial, menawarkan janji kesejahteraan yang belum tentu nyata.
Tren wellnessmaxxing di TikTok berusaha memaksimalkan produktivitas melalui multitasking dalam self-care, tetapi ini bertentangan dengan prinsip dasar perawatan diri yang menekankan mindfulness dan meditasi.
Tren ini didorong oleh platform media sosial, menggantikan metode berbasis data dengan ide-ide menarik, tanpa mempertimbangkan dampak negatifnya. Penelitian menunjukkan bahwa istirahat dan pemulihan lebih efektif dalam mengatasi stres daripada menambah beban aktivitas.
Konsep habit stacking asli dimaksudkan untuk membangun rutinitas baru dengan mengaitkannya pada kebiasaan yang sudah ada, bukan untuk melakukan tugas tak terkait secara bersamaan. Sehingga, interpretasi online ini lebih menonjolkan performa daripada praktik sehat sehari-hari.
Ironisnya, meski pesannya positif, penyampaian tren ini justru mempromosikan ekspektasi yang tidak realistis. Kita perlu kembali pada esensi perawatan diri yang sebenarnya: kehadiran dan kesadaran. Apakah kita bisa sungguh-sungguh hadir ketika fokus kita pada melakukan sebanyak mungkin tugas perawatan diri secara bersamaan?
(Orbit dari berbagai sumber, 13 Maret 2026)