Rotasi Bumi Melambat: Dampak Perubahan Iklim dan Masa Depan

ORBITINDONESIA.COM – Temuan terbaru mengungkapkan bahwa rotasi Bumi melambat, dengan panjang hari bertambah dalam hitungan milidetik. Fenomena ini belum pernah terjadi dalam jutaan tahun terakhir.

Rotasi Bumi yang idealnya 24 jam ternyata bisa berfluktuasi. Gravitasi Bulan dan faktor geofisika lainnya memengaruhi perubahan ini. Baru-baru ini, ilmuwan menemukan tren perlambatan rotasi akibat pencairan es akibat perubahan iklim.

Penelitian dari University of Vienna dan ETH Zurich menunjukkan bahwa panjang hari bertambah sekitar 1,33 milidetik per abad. Peningkatan permukaan laut akibat pencairan es mengubah distribusi massa Bumi, memperlambat rotasi. Ini adalah laju yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam 3,6 juta tahun.

Profesor Benedikt Soja dari ETH Zurich menyatakan bahwa perubahan ini menunjukkan betapa cepatnya perubahan iklim modern berlangsung. Dampaknya dapat lebih besar dari gravitasi Bulan pada akhir abad ini. Meski efeknya kecil bagi manusia, ini penting bagi teknologi presisi tinggi.

Perlambatan rotasi Bumi menegaskan dampak luas perubahan iklim, tak hanya lingkungan tapi juga dinamika planet. Ini memicu refleksi, bagaimana kita bisa mengurangi dampak tersebut demi menjaga stabilitas planet kita?

(Orbit dari berbagai sumber, 18 Maret 2026)