Emas Anjlok: Imbas Lonjakan Energi dan Kebijakan Suku Bunga

ORBITINDONESIA.COM – Harga emas dunia merosot tajam, mencapai penurunan terbesar dalam enam tahun terakhir, dipicu oleh lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.

Kenaikan harga minyak dan gas akibat serangan AS dan Israel ke Iran memicu kekhawatiran inflasi, mempengaruhi ekspektasi suku bunga, dan menekan daya tarik emas sebagai aset investasi.

Penurunan harga emas sejalan dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dollar, serta arus keluar dana dari ETF berbasis emas yang menghapus akumulasi sejak awal tahun, menunjukkan volatilitas pasar yang tinggi.

Meski emas dikenal sebagai aset safe haven, kondisi geopolitik dan ekonomi saat ini justru membalikkan perannya, menempatkan investor dalam dilema antara menahan atau melepas kepemilikan emas mereka.

Meskipun harga emas merosot, pertanyaan besar kini adalah apakah ketidakpastian global akan memulihkan daya tarik emas sebagai pelindung nilai atau justru mendorong investor mencari alternatif lain. (Orbit dari berbagai sumber, 24 Maret 2026)