Intelijen AS Menilai Hanya Sepertiga Persenjataan Rudal Iran yang Dikonfirmasi Hancur Setelah Hampir Satu Bulan
ORBITINDONESIA.COM — Meskipun serangan udara AS dan Israel terus-menerus, intelijen Amerika dapat mengkonfirmasi dengan kepastian tinggi bahwa hanya sekitar sepertiga dari persenjataan rudal balistik dan drone Iran sebelum perang yang hancur, menurut beberapa sumber yang mengetahui penilaian terbaru.
Status sepertiga lainnya masih belum jelas, dengan para pejabat meyakini bahwa banyak rudal tersebut kemungkinan rusak, hancur, atau terkubur jauh di dalam terowongan dan bunker bawah tanah yang diperkuat.
Iran dinilai masih memiliki persediaan yang signifikan, dan mungkin dapat memulihkan atau memperbaiki beberapa senjata yang terkena dampak setelah pertempuran aktif mereda. Gambaran serupa berlaku untuk kemampuan drone Iran.
Laporan eksklusif Reuters ini, yang diterbitkan pada 27 Maret 2026, dan dikuatkan oleh berbagai media termasuk The Times of Israel, NPR, CNBC, Middle East Eye, dan Times of India, memberikan gambaran internal AS yang paling jelas hingga saat ini tentang dampak kampanye tersebut menjelang satu bulan.
Para pejabat Israel secara terpisah melaporkan telah menetralkan sebagian besar peluncur rudal bergerak Iran; perkiraan menunjukkan sekitar 60-70% dari kapasitas peluncuran yang diketahui, yang telah mengganggu kemampuan Iran untuk melakukan serangan besar-besaran. Serangan juga menargetkan fasilitas produksi, lokasi penyimpanan, dan infrastruktur pendukung.
Namun, intelijen tersebut menyoroti tantangan untuk sepenuhnya menurunkan program rudal yang tersebar dan bergantung pada bawah tanah dalam jangka waktu yang relatif singkat.
Iran terus melakukan peluncuran rudal dan drone terbatas selama konflik, meskipun dengan volume yang lebih rendah dibandingkan dengan fase awal.
Penilaian ini kontras dengan pernyataan publik yang lebih optimis dari pemerintahan Trump mengenai tingkat kerusakan pada kemampuan rudal Iran.
Situasi di Timur Tengah tetap berubah-ubah, dengan operasi militer yang sedang berlangsung dan penilaian yang dapat berubah seiring tersedianya informasi lebih lanjut. ***