Tewasnya Prajurit Indonesia di Lebanon: Misi Mulia yang Diuji

ORBITINDONESIA.COM – "Saya lebih waswas saat anak saya bertugas di Papua," demikian ungkapan perasaan seorang ayah yang baru kehilangan putranya dalam misi perdamaian di Lebanon.

Tragedi ini menghantarkan duka mendalam bagi keluarga dan menimbulkan pertanyaan besar tentang keselamatan pasukan perdamaian di daerah konflik. Zulmi Aditya dan dua rekannya dari TNI tewas dalam serangan mendadak di Lebanon selatan, sebuah wilayah yang dikenal dengan ketegangan politik dan militer yang tinggi.

Sejak 1978, UNIFIL telah berfungsi sebagai penyangga antara Israel dan Lebanon. Namun, situasi di lapangan kerap memburuk, menempatkan prajurit dalam bahaya. Data menunjukkan lebih dari 300 penjaga perdamaian tewas sejak misi ini dimulai, menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan dan efektivitas operasi ini.

Peneliti dan pengamat menyoroti perlunya evaluasi mendalam atas partisipasi Indonesia dalam misi-misi berisiko tinggi. Sementara beberapa mendesak penarikan, yang lain menilai bahwa komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia tak boleh goyah meski menghadapi risiko. Keputusan ini harus seimbang antara idealisme perdamaian dan keselamatan prajurit.

Kehilangan ini mengingatkan kita bahwa perdamaian dunia seringkali datang dengan harga mahal. Pertanyaan yang harus kita renungkan adalah, seberapa jauh kita bersedia melangkah untuk menjaga perdamaian dunia? Apakah kita siap untuk terus berkorban demi misi mulia ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 3 April 2026)