Harga BBM Pertamax: Selisih Ekonomi dan Beban Fiskal
ORBITINDONESIA.COM – Meskipun Pertamax dijual Rp12.300 per liter, harga ini jauh di bawah nilai keekonomiannya, menimbulkan beban fiskal baru.
Harga Pertamax yang ditahan oleh pemerintah menyisakan selisih signifikan dengan harga keekonomian. Ini memunculkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap anggaran negara dan daya beli masyarakat.
Menurut Bhima Yudhistira dari CELIOS, harga keekonomian Pertamax seharusnya Rp18.740 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp25.560. Yusuf Rendy dari CORE menambahkan bahwa faktor harga minyak global dan kurs mempengaruhi harga keekonomian ini.
Menahan harga Pertamax di bawah harga keekonomian melindungi daya beli masyarakat, namun berpotensi membebani APBN. Ini menciptakan dilema kebijakan antara stabilitas ekonomi dan keberlanjutan fiskal.
Keputusan menahan harga BBM berisiko menambah tekanan fiskal. Pertanyaan terbuka adalah bagaimana strategi pemerintah dalam mengelola subsidi dan kompensasi ini di masa mendatang?
(Orbit dari berbagai sumber, 4 April 2026)