Krisis Aluminium Timur Tengah: Dampak Serangan Iran
ORBITINDONESIA.COM – Serangan rudal dan drone Iran telah memukul keras produsen aluminium terbesar di Timur Tengah, Emirates Global Aluminium, menciptakan ketidakpastian baru dalam pasar global.
Emirates Global Aluminium, produsen aluminium terbesar di Timur Tengah, menghadapi tantangan besar setelah serangan rudal dan drone dari Iran merusak fasilitas mereka di situs Al Taweelah. Fasilitas ini dikenal sebagai salah satu peleburan terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 1,6 juta ton logam pada tahun 2025.
Setelah serangan tersebut, EGA memperkirakan dibutuhkan waktu hingga satu tahun untuk memulihkan produksi penuh. Sementara itu, harga aluminium di London Metal Exchange telah melonjak lebih dari 10% sejak pecahnya perang, menunjukkan bagaimana ketegangan geopolitik dapat mempengaruhi pasar logam global.
Serangan ini tidak hanya mengganggu produksi aluminium di Timur Tengah yang menyumbang sekitar 9% dari produksi global, tetapi juga menyoroti rapuhnya pasokan global. Dengan kendala produksi di tempat lain, pasar menghadapi risiko kekurangan pasokan yang serius.
Krisis ini menjadi pengingat akan pentingnya stabilitas geopolitik bagi ekonomi global. Dengan meningkatnya ketergantungan pada rantai pasokan internasional, bagaimana dunia akan merespon tantangan semacam ini di masa depan?
(Orbit dari berbagai sumber, 6 April 2026)