Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi Serangan Besar

ORBITINDONESIA.COM – Dalam sebuah ultimatum mengejutkan, Presiden Trump memberikan Iran waktu beberapa jam untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan besar-besaran terhadap infrastruktur sipilnya.

Selat Hormuz adalah jalur penting bagi pasokan minyak global, dan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai jalur ini telah mencapai puncaknya. Iran enggan melepaskan cengkeramannya, sementara Amerika Serikat menunjukkan sikap tegasnya.

Iran mengajukan rencana 10 poin untuk mengakhiri konflik. Rencana ini mencakup jaminan keamanan dari serangan, serta penghentian serangan Israel terhadap Hezbollah. Sebagai imbalan, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dengan mengenakan biaya pada kapal yang melintas.

Trump menggambarkan proposal Iran sebagai langkah signifikan namun belum cukup. Sementara itu, Pakistan memainkan peran penting sebagai mediator antara kedua negara. Negara-negara lain, seperti Inggris, Prancis, dan Jerman, menyerukan solusi diplomatik untuk mengakhiri krisis ini.

Pertaruhan tinggi dalam sengketa Selat Hormuz menuntut pendekatan terukur dan dialog yang berkelanjutan. Akankah diplomasi mampu menghindari konflik berskala besar, atau kita akan menyaksikan eskalasi ketegangan lebih lanjut?

(Orbit dari berbagai sumber, 9 April 2026)