Agus Kartasasmita Siapkan Berbagai Skenario untuk Jaga Keberlangsungan Industri Plastik

ORBITINDONESIA.COM - Menteri Perindustrian Agus Kartasasmita mengaku tengah menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga keberlangsungan industri plastik di tengah gangguan pasokan akibat perang.

Salah satu opsi adalah pemberian subsidi, khususnya untuk menopang industri kecil dan menengah (IKM). Agus mengakui persoalan utama industri saat ini terletak pada aspek harga (pricing) dan ketersediaan pasokan. 

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Hasan mengatakan, harga plastik bisa naik 60%-70%, dan semua produk menggunakan plastik.

Ia memperingatkan dunia usaha berpotensi terganggu, bahkan produksi terancam berhenti pada Mei akibat terhambatnya rantai pasok global.

Kelangkaan bahan baku, terutama yang berbasis impor seperti turunan minyak bumi, mulai dirasakan luas oleh industri. Kondisi ini berisiko mengganggu keberlanjutan produksi, terutama di sektor makanan dan minuman yang sangat bergantung pada plastik.

Sementara Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono mengatakan, pasar plastik telah masuk fase baru, yakni “ganti harga”, dipicu gangguan pasokan global.

Harga bahan baku plastik yang sebelumnya sekitar USD 1.000 per metrik ton, kini sudah naik hingga USD 1.800, atau naik hampir 80%.

Sehingga harga produk plastik jadi naik antara 40%-80%, mencakup kemasan yang banyak digunakan pelaku UMKM. Salah satu alternatif sumber bahan baku lain adalah AS, tapi konsekuensinya waktu pengiriman lebih lama dan biaya logistik lebih tinggi.***