Ketegangan di Selat Hormuz: Dampak Blokade dan Rute Alternatif

ORBITINDONESIA.COM – Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan minyak dunia, kini menjadi pusat ketegangan baru akibat blokade maritim AS terhadap Iran dan pengalihan rute kapal oleh IRGC.

Sejak Senin, blokade maritim AS terhadap pelabuhan Iran telah menambah ketegangan di Selat Hormuz. Langkah ini merupakan bagian dari perintah presiden yang dikeluarkan oleh Trump dan disusul dengan ancaman Iran untuk menargetkan pelabuhan di negara-negara Teluk sekitarnya.

Data dari LSEG dan Kpler menunjukkan penurunan drastis lalu lintas kapal di Selat Hormuz lebih dari 95 persen sejak perang dimulai. Dengan blokade dan ancaman militer dari kedua belah pihak, pelayaran internasional di wilayah ini mengalami kebingungan dan risiko yang semakin meningkat.

Keberadaan rute alternatif yang diperintahkan oleh IRGC menambah lapisan kompleksitas dalam situasi ini. Di satu sisi, ini menunjukkan kontrol Iran atas wilayah tersebut, di sisi lain, ini juga meningkatkan ketidakpastian bagi pelayaran global yang bergantung pada jalur ini untuk transportasi energi.

Krisis di Selat Hormuz menyoroti betapa rapuhnya rantai pasokan energi global terhadap konflik regional. Pertanyaan besar tetap, bagaimana komunitas internasional akan merespons untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memastikan stabilitas di jalur maritim krusial ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 17 April 2026)