Peningkatan Superbug Shigella: Ancaman Kesehatan Serius
ORBITINDONESIA.COM – Strain superbug dari bakteri Shigella, penyebab umum diare, kini menjadi masalah yang semakin besar.
Sejak 2011, meningkatnya persentase kasus Shigella di AS menunjukkan resistensi yang luas terhadap antibiotik umum. Para pejabat kesehatan federal dan negara bagian mendetailkan tren ini dalam laporan terbaru dari CDC. Mereka memperingatkan perlunya pencegahan, pemantauan, dan pengembangan perawatan terhadap bahaya kesehatan masyarakat yang kian membesar ini.
Resistensi antibiotik telah menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang luas. Shigella yang sangat resisten obat, atau XDR, adalah salah satu yang paling mengkhawatirkan. Bakteri ini dapat menolak semua kelas antibiotik yang biasa digunakan, termasuk azitromisin, seftriakson, dan siprofloksasin. Hingga kini, belum ada antibiotik oral yang disetujui untuk mengatasi infeksi ini.
Infeksi Shigella, atau shigellosis, adalah penyakit yang harus dilaporkan secara nasional. Sejak 2015, CDC dan pejabat kesehatan lokal melihat peningkatan kasus XDR shigellosis. Studi menunjukkan bahwa dua pertiga kasus berasal dari Shigella sonnei, dan tiga perempat tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini, menunjukkan bahwa infeksi tertular secara lokal.
Shigellosis seringkali merupakan waktu yang menyedihkan, dengan kebanyakan orang mengalami diare, demam, dan sakit perut. Perkiraan menunjukkan 450.000 warga AS terinfeksi setiap tahun. Penting bagi dokter untuk bergantung pada pengujian laboratorium untuk mengarahkan perawatan dan melaporkan kasus XDR dengan segera untuk memutus penyebaran. Menemukan atau mengembangkan antibiotik yang dapat mengatasi infeksi ini akan sangat penting.
(Orbit dari berbagai sumber, 17 April 2026)