King Charles III ke AS: Menggali Hubungan Istimewa Inggris-AS
ORBITINDONESIA.COM – King Charles III bersiap mengunjungi Amerika Serikat untuk memperkuat hubungan dua negara besar ini, menelusuri jejak ibunya yang legendaris.
Perjalanan kenegaraan Raja Charles III ke Amerika Serikat diwarnai oleh tantangan mempertahankan warisan hubungan istimewa yang dibangun mendiang Ratu Elizabeth II. Tahun 1991, Ratu memukau Kongres dengan pidato yang menegaskan persamaan tradisi demokratis Inggris dan Amerika Serikat, menukil tokoh-tokoh besar seperti Abraham Lincoln dan Franklin D. Roosevelt.
Seiring perayaan ulang tahun ke-250 Amerika, Charles bertujuan menenangkan ketegangan terkait keputusan PM Keir Starmer yang tidak mendukung Presiden AS Donald Trump dalam perang melawan Iran. Meski ada ketegangan, Trump tetap menyambut hangat kedatangan Charles. Sejak kunjungan pertama Raja George VI pada 1939, kunjungan kerajaan Inggris selalu disambut dengan antusiasme di negeri Paman Sam ini.
Kunjungan kenegaraan ini tidak hanya tentang pertemuan diplomatik tetapi juga simbol persahabatan yang melampaui batas politik. Charles diharapkan menekankan pentingnya persahabatan jangka panjang antara AS dan Inggris, menggugah kenangan masa lalu, dan menambahkan sentuhan humor seperti yang dilakukan ibunya.
Kunjungan ini menjadi momentum mengingatkan kembali pada riwayat panjang dan persahabatan mendalam antara dua negara. Apakah Raja Charles III mampu menghidupkan kembali semangat kerjasama ini di tengah ketegangan politik? Hanya waktu yang akan menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 27 April 2026)