Run Like a Pro Advan dan Ultra Watch Dorong Gaya Hidup Sehat
ORBITINDONESIA.COM – Run Like a Pro Advan di Senayan memadukan ajang lari 5K, peluncuran Advan Ultra Watch, dan kampanye 10.000 langkah harian. Di tengah tren wearable dan gaya hidup sehat, kolaborasi dengan Sandiaga Uno membuat pesan “teknologi untuk kebugaran” terdengar lebih lantang.
Olahraga massal kini sering menjadi panggung baru bagi merek teknologi untuk membangun kedekatan emosional. Lari 5K yang ramah pemula adalah format paling efektif untuk mengundang massa tanpa perlu kesiapan atletik ekstrem.
Advan membaca momen itu dengan mengemas peluncuran produk sebagai pengalaman, bukan sekadar iklan. Di Senayan, Minggu (31/5/2026), Run Like a Pro menjadi etalase bahwa perangkat wearable ingin masuk ke rutinitas harian, bukan hanya pergelangan tangan.
CEO Advan Indonesia, Chandra Tansri, menegaskan arah tersebut lewat pernyataan komitmen. “Melalui ajang Run Like a Pro with Advan Ultra Watch’ kami ingin mengajak masyarakat merasakan langsung semangat hidup aktif,” ujarnya.
Strategi “event-led launch” memindahkan pembuktian produk dari brosur ke lintasan. Ketika peserta berlari, fitur jam pintar diuji dalam kondisi nyata: napas memburu, keringat, dan kebutuhan navigasi.
Advan Ultra Watch menonjolkan fitur Exercise Running Interval dan Running Training untuk latihan lebih terstruktur. Ini menyasar pelari pemula yang sering bingung membedakan jogging santai dan program peningkatan performa.
Fitur offline GPS dengan Multiband GNSS dan dukungan GLONASS diklaim membuat pelacakan lebih akurat dan real-time. Di pasar jam pintar, akurasi GPS adalah “mata uang” kepercayaan karena data pace dan jarak menentukan kualitas latihan.
Sandiaga Uno memberi legitimasi narasi itu dengan mengaitkan kesehatan dan ekonomi digital. “Ini benar-benar menggabungkan teknologi dengan kesehatan,” katanya, sambil berharap lahir “lifestyle aktif” yang lebih luas.
Namun, kampanye 10.000 Steps Daily for 800-Month Healthy Life perlu dibaca lebih kritis. Angka 10.000 langkah populer sebagai target sederhana, tetapi ia juga bisa berubah menjadi target seragam yang mengabaikan variasi usia, kondisi medis, dan beban kerja.
Brand Director Advan, Andy Gusena, menegaskan posisi merek sebagai pendamping gaya hidup. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai brand teknologi, tetapi juga sebagai partner,” ujarnya, dan ini mengisyaratkan ambisi membangun kebiasaan jangka panjang.
Run Like a Pro menunjukkan bagaimana olahraga publik menjadi medium baru pemasaran yang terasa “bermakna.” Ketika pesan kesehatan dibungkus pengalaman kolektif, promosi tampak lebih etis dibanding iklan yang memaksa.
Tetapi ada garis tipis antara mendorong hidup sehat dan mengkomodifikasi kesehatan. Jika ukuran sehat direduksi menjadi statistik jam tangan, masyarakat bisa terjebak mengejar angka, bukan mendengar sinyal tubuh.
Di sisi lain, teknologi memang bisa menjadi jembatan disiplin bagi banyak orang. Fitur interval, pelacakan GPS, dan target langkah dapat membantu membangun rutinitas, selama pengguna paham bahwa data adalah alat, bukan hakim.
Advan berhasil membuat peluncuran Advan Ultra Watch terasa seperti perayaan gerak, bukan sekadar transaksi. Ajang lari 5K dan kampanye 10.000 langkah mengubah pesan merek menjadi ajakan yang mudah diikuti.
Namun, pertanyaan pentingnya tetap: apakah kita berlari karena ingin lebih sehat, atau karena ingin terlihat “aktif” di layar? Pada akhirnya, teknologi terbaik adalah yang membuat kita lebih sering bergerak, lalu perlahan membuat kita tak lagi bergantung pada validasi angka.
(Orbit dari berbagai sumber, 15 Agustus 2026)