Tiga Orang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza Saat Rezim Zionis Kembali Lontarkan Ancaman Terkait Penerbangan Layang-Layang
ORBITINDONESIA.COM - Setidaknya tiga warga Palestina tewas dalam serangan terpisah oleh Israel di Jalur Gaza, menurut laporan petugas medis dan media setempat.
Hal ini terjadi saat Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, kembali melontarkan ancaman untuk mengusir warga Palestina dari wilayah mana pun di Gaza tempat layang-layang diterbangkan.
Seorang warga Palestina tewas dan lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap tenda pengungsi di sebelah barat Kota Gaza pada hari Kamis, menurut sumber di Rumah Sakit Al-Shifa.
Serangan pesawat nirawak (drone) Israel juga menghantam tenda tempat berlindung para pengungsi di kawasan al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, yang menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, lapor kantor berita Palestina, Wafa.
Secara terpisah, sebuah drone Israel menargetkan sepeda listrik di dekat persimpangan al-Sinaa, sebelah barat Kota Gaza, menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya—termasuk satu orang dalam kondisi kritis—tambah laporan tersebut.
Serangan Israel yang terus berlanjut ini terjadi meskipun ada "gencatan senjata" yang ditengahi AS dan mulai berlaku pada Oktober 2025.
Meskipun pertempuran besar di wilayah tersebut telah berhenti setelah kesepakatan itu, serangan mematikan Israel terus terjadi.
Militer Israel menyatakan bahwa serangan udara terbaru di Khan Younis menargetkan para pejuang Hamas. Dalam sebuah unggahan di X, militer mengklaim bahwa seorang komandan Hamas yang terlibat dalam penyekapan tiga sandera Israel tewas dalam serangan tersebut.
Otoritas Palestina menuduh Israel merusak upaya pelaksanaan rencana yang lebih luas dari Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang genosida di Gaza, yang mencakup penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah tersebut dan pelucutan senjata Hamas.
Ancaman baru Israel terkait penerbangan layang-layang
Di tengah berlanjutnya serangan, Katz kembali melontarkan ancaman untuk mengusir warga Palestina dari wilayah di Gaza tempat layang-layang atau balon diterbangkan.
Katz menyampaikan ancaman tersebut dalam pertemuan keamanan tingkat tinggi bersama Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir dan pejabat tinggi militer lainnya—termasuk kepala pertahanan udara Israel—menurut pernyataan yang dirilis oleh kantornya.
"Berdasarkan instruksi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan instruksi saya, tentara Israel akan menggunakan segala cara yang diperlukan, termasuk mengevakuasi penduduk Gaza dari wilayah atau lingkungan mana pun tempat peluncuran [layang-layang dan balon] dilakukan," ujar Katz. Sebelumnya, Katz menyatakan dalam sebuah unggahan di X, "Balon dan layang-layang akan diperlakukan sama seperti drone—baik yang bermuatan bahan peledak maupun tidak," yang mendorong para orang tua Palestina untuk melarang anak-anak mereka menerbangkan layang-layang.
Pada hari Selasa, Zamir mengatakan bahwa rencana untuk mendemiliterisasi Gaza dan melucuti senjata Hamas "dengan menggunakan segala cara yang diperlukan" akan terus berlanjut, terlepas dari upaya terbaru AS untuk mendorong gencatan senjata.
Serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 1.300 warga Palestina dan melukai lebih dari 4.000 orang sejak gencatan senjata diberlakukan, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Militer Israel melaporkan lima kematian di jajarannya selama periode yang sama, serta kematian satu kontraktor sipil.
Lebih dari 73.400 warga Palestina tewas dan lebih dari 174.400 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak perang genosida dimulai pada Oktober 2023. ***