Pengurus Ranting GP Ansor Toboali Luncurkan Gerbang Ibadah

Gerbang Ibadah di Mushola  Baitul  Ma’wa Toboali yang dilaksanakan Pengurus Ranting GP Ansor Toboali.

Gerbang Ibadah di Mushola Baitul Ma’wa Toboali yang dilaksanakan Pengurus Ranting GP Ansor Toboali.

Culture

ORBITINDONESIA.COM — Pengurus Ranting (PR) GP Ansor Kecamatan Toboali meluncurkan Gerakan Bersih Rumah Ibadah (Gerbang Ibadah) sebagai bagian dari upaya mendorong kepedulian sosial dan keterlibatan generasi muda dalam menjaga kebersihan rumah ibadah.

Ketua PR GP Ansor Toboali, Nanda Pratama, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya peluncuran Gerbang Ibadah.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada BAZNAS Kabupaten Bangka Selatan, Lurah Teladan, para ketua RT dan RW, pengurus Mushola Baitul Ma’wa, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Menurut Nanda, keberhasilan Gerbang Ibadah tidak terlepas dari kebersamaan dan dukungan berbagai pihak. Gerakan sosial, kata dia, tidak mungkin berjalan secara optimal jika hanya dilakukan oleh satu kelompok.

“Saya mewakili PR GP Ansor Toboali mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan Gerbang Ibadah. Terima kasih kepada BAZNAS, lurah, RT dan RW, pengurus Mushola Baitul Ma’wa, tokoh masyarakat, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan ruang dan kepercayaan kepada kami untuk hadir dan mengabdi,” ujar Nanda.

Ia juga mengapresiasi dukungan BAZNAS Kabupaten Bangka Selatan yang turut berkontribusi melalui pemberian bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan sembako ini bukan hanya soal apa yang diberikan, tetapi tentang kepedulian dan kebersamaan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat membawa manfaat dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” katanya.

Nanda berharap dukungan dan sinergi yang telah terbangun dapat terus dijaga dan diperkuat. Ia menegaskan, Gerbang Ibadah tidak diharapkan berhenti sebagai kegiatan seremonial peluncuran, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat dan generasi muda.

“Kami sadar, kami masih muda dan masih banyak belajar. Karena itu, dukungan, nasihat, dan arahan dari para orang tua, tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, pengurus rumah ibadah, serta seluruh elemen masyarakat sangat berarti bagi kami,” tutur Nanda.

Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang untuk belajar sekaligus berbuat nyata di tengah masyarakat. Ketika anak muda diberi kepercayaan, mereka akan memiliki ruang untuk mengembangkan kepedulian dan semangat pengabdian.

“Terima kasih atas kepercayaan dan kebersamaannya. Semoga Gerbang Ibadah menjadi awal dari lebih banyak kebaikan. Mari kita jaga rumah ibadah, kuatkan kepedulian, dan bersama-sama menyiapkan generasi penerus yang mau bergerak dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Nanda. ***