SMPN 7 Toboali Gelar Kegiatan Membaca Aktif dan Menulis Kreatif

Kegiatan membaca aktif dan menulis kreatif bagi guru dan pelajar di SMPN 7 Toboali (Foto: Iyek Aghnia).

Kegiatan membaca aktif dan menulis kreatif bagi guru dan pelajar di SMPN 7 Toboali (Foto: Iyek Aghnia).

Culture

ORBITINDONESIA.COM - SMP Negeri 7 Toboali, Bangka Selatan, menggelar kegiatan Membaca Aktif dan Menulis Kreatif bagi guru dan siswa di Gedung Pertemuan SMPN 7 Toboali, Jumat, 16 Oktober 2026.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, Rusmin Sopian, penulis sekaligus pegiat literasi asal Bangka Selatan. Ia membawakan materi bertema Menulis Itu Gampang untuk memotivasi para guru dan siswa agar berani menuangkan gagasan dan pengalaman mereka ke dalam tulisan.

Rusmin berharap materi yang disampaikannya dapat memberikan manfaat serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas literasi, khususnya keterampilan menulis, di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, para guru dan siswa SMPN 7 Toboali juga diajak untuk langsung berlatih menulis. Melalui praktik ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami pentingnya literasi, tetapi juga mulai membiasakan diri menulis sebagai bagian dari kegiatan belajar dan mengajar.

Mengutip pemikiran sastrawan Indonesia Pramoedya Ananta Toer, Rusmin mengingatkan pentingnya menulis sebagai cara untuk meninggalkan jejak dalam sejarah.

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian," ungkap penulis buku Pembulak dan Buk Geriul tersebut.

Sementara itu, Kepala SMPN 7 Toboali, Desy Yuniar, berharap pelatihan membaca aktif dan menulis kreatif ini dapat memberikan dampak positif bagi guru maupun siswa, terutama dalam menumbuhkan minat dan keterampilan menulis.

"Kami berharap dari kegiatan Membaca Aktif dan Menulis Kreatif ini akan lahir penulis-penulis dari SMPN 7 Toboali," harapnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah. Tidak hanya melahirkan penulis muda dari kalangan pelajar, kegiatan tersebut juga diharapkan mendorong para guru untuk terus berkarya melalui tulisan.

Dengan demikian, literasi tidak berhenti sebatas membaca buku atau menyelesaikan tugas sekolah, tetapi berkembang menjadi kebiasaan berpikir kritis, mengolah gagasan, dan menuangkan pengalaman dalam bentuk tulisan.

Kita tunggu lahirnya penulis-penulis muda dari SMPN 7 Toboali.

(Iyek Aghnia) ***