Utusan Dewan Perdamaian Mendesak Netanyahu untuk Menghentikan Serangan Israel di Gaza

Nickolay Mladenov, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, berpidato di Davos, Swiss pada 22 Januari 2026.

Nickolay Mladenov, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, berpidato di Davos, Swiss pada 22 Januari 2026.

Internasional

ORBITINDONESIA.COM - Utusan Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov pada hari Senin, 3 Agustus 2026, mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan serangan di Jalur Gaza, menurut media Israel.

Mengutip sebuah sumber, Channel 12 Israel melaporkan bahwa Mladenov dan penasihat senior Dewan Perdamaian Aryeh Lightstone bertemu dengan Netanyahu dan memintanya "untuk menghentikan serangan di Gaza seperti yang dijanjikan Israel ketika menyetujui rencana 20 poin Presiden Trump."

Stasiun penyiaran publik Israel KAN sebelumnya melaporkan bahwa Mladenov telah tiba di Israel untuk pertemuan dengan para pejabat Israel.

Sementara itu, sebuah sumber politik Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diedarkan ke media Israel bahwa Israel "tidak akan mundur dari garis pertahanan saat ini di Jalur Gaza" dan "akan terus menggagalkan setiap ancaman terhadap warga dan tentara kami."

Media Israel mengatakan pernyataan yang dikaitkan dengan "sumber politik" dikeluarkan oleh kantor perdana menteri Israel.

Pada hari Jumat, Dewan Perdamaian dan Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan untuk menerapkan fase selanjutnya dari gencatan senjata Gaza, dengan dewan tersebut mengatakan Hamas telah menerima peta jalan yang terperinci. Israel belum secara resmi mengomentari proposal tersebut.

Meskipun pengumuman peta jalan tersebut, tentara Israel telah membunuh setidaknya 28 warga Palestina dalam serangan di seluruh Jalur Gaza sejak Jumat.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, tentara Israel telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya sejak Oktober 2023.

Kementerian tersebut juga mengatakan bahwa meskipun ada perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, tentara Israel terus melakukan serangan di seluruh wilayah tersebut, menewaskan 1.250 warga Palestina dan melukai 4.110 lainnya.

Israel terus membatasi masuknya sejumlah barang bantuan seperti makanan, obat-obatan, perlengkapan medis, bahan bangunan tempat tinggal, dan rumah prefabrikasi ke Gaza sesuai kesepakatan, di mana sekitar 2,4 juta warga Palestina, termasuk sekitar 1,5 juta pengungsi, terus menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat buruk. ***