Draymond Green Free Agent, Warriors Kejar LeBron James dan Anthony Davis
ORBITINDONESIA.COM – Draymond Green resmi menolak opsi pemain senilai hampir 27,7 juta dolar dan kini berstatus free agent, membuka ruang manuver Golden State Warriors di bursa NBA. Di saat NBA free agency dimulai, rumor terbesar menyebut Warriors membidik LeBron James dan mencoba menukar Anthony Davis demi membangun “Big Four” bersama Stephen Curry.
Draymond Green menolak player option dalam kontraknya dan akan menjadi agen bebas, sebagaimana dikonfirmasi pada Senin. Langkah ini mengejutkan karena Green sebelumnya diperkirakan akan mengambil opsi itu atau menegosiasikan kontrak dua tahun dengan nilai tahunan lebih rendah.
Keputusan itu memberi Warriors fleksibilitas yang jarang muncul, saat mereka ingin membentuk ulang roster mengelilingi Stephen Curry untuk musim 2026-27. Green masih mungkin kembali, tetapi untuk sementara Golden State memiliki uang lebih longgar untuk mengejar pemain di pasar.
ESPN melaporkan Warriors berencana mengejar LeBron James di free agency dan memburu Anthony Davis dari Washington Wizards lewat skema trade. Targetnya jelas: membangun “Big Four” Curry, Green, James, dan Davis.
Jika Warriors benar-benar mengincar Davis, mereka hampir pasti harus melepas Jimmy Butler untuk mencocokkan gaji. Davis, 33 tahun, akan bergaji hampir 58,5 juta dolar musim depan dan punya player option 62,8 juta dolar untuk 2027-28.
Butler sendiri masih terikat satu tahun kontrak senilai 56,8 juta dolar, namun diperkirakan baru kembali Januari atau Februari karena pemulihan ACL robek. Agen Butler, Bernie Lee, menegaskan Warriors berkomitmen mendukung rehabilitasi Butler dan tetap mengejar gelar bersama.
Faktor agen juga menambah bumbu politik NBA: James, Davis, dan Green diwakili agen yang sama, Rich Paul dari Klutch Sports. James, Davis, dan Curry juga pernah satu tim di Olimpiade Paris 2024, saat tim AS meraih emas di bawah pelatih Steve Kerr.
Di tengah itu, Warriors juga bergerak di pinggiran: Kristaps Porzingis menyepakati perpanjangan kontrak dua tahun 40 juta dolar, dan De’Anthony Melton menolak opsi pemainnya untuk masuk pasar. Mereka juga menyetujui kontrak dua tahun 14 juta dolar untuk Al Horford.
Rumor “LeBron ke Warriors” bahkan sampai ke ruang ganti rookie. Pilihan putaran pertama Warriors, Yaxel Lendeborg, mengaku teman-temannya membanjiri grup chat dengan spekulasi lineup “gila” dan pertanyaan apakah ia bisa langsung dapat cincin di tahun pertama.
Secara finansial, penolakan opsi Green adalah tombol “reset” yang jarang: Warriors mendapat fleksibilitas jangka pendek tanpa langsung kehilangan hak negosiasi. Tetapi fleksibilitas ini juga mengandung risiko, karena Green bisa saja memilih pasar lain jika negosiasi baru buntu.
Secara roster, rencana “Big Four” terdengar megah, namun logikanya keras: gaji Davis dan Butler hampir setara, sehingga trade kemungkinan besar adalah pertukaran inti dengan dampak besar. Warriors akan menukar pemain yang sedang cedera ACL untuk big man elit yang mahal dan berusia 33 tahun.
Di lapangan, angka Green menunjukkan dua wajah: kontribusi defensif tetap kuat, namun ofensifnya menurun. Ia bermain 27,5 menit per gim, angka terendah kedua dalam 12 musim, dengan 8,4 poin, 41,8% field goal, dan 32,6% tripoin.
Namun data pentingnya ada pada chemistry: Warriors memiliki offensive rating terbaik ketika Curry dan Green berada di lapangan bersama. Green tetap unik dalam membantu Curry menciptakan tembakan lewat screen dan umpan, sesuatu yang sulit digantikan oleh pemain mana pun.
Masalahnya, Curry absen 39 gim musim lalu, dan serangan Warriors kerap macet tanpa dirinya. Lawan juga sering membiarkan Green di perimeter, menutup jalur drive, dan membuat ruang tembak Warriors menyempit.
Di titik ini, mengejar LeBron James bukan sekadar mengejar nama besar, melainkan mencari “pengatur gravitasi” kedua saat Curry tidak ada. LeBron masih bisa memecah pertahanan lewat playmaking, dan itu berpotensi mengurangi beban Green yang kini sering diabaikan di luar garis tiga angka.
Anthony Davis menawarkan solusi berbeda: dominasi rim protection dan ancaman di paint, yang bisa memaksa pertahanan lawan kembali menghormati area dalam. Tetapi harga kontraknya menuntut Warriors menang sekarang, bukan sekadar “lebih baik”, karena ruang koreksi akan sempit.
Tambahan Porzingis dan Horford memberi sinyal Warriors ingin mempertebal ukuran dan spacing big man. Tetapi jika Davis masuk, logika rotasi dan kesehatan akan menjadi teka-teki, karena usia, beban menit, dan riwayat cedera akan saling bertabrakan.
Keputusan Green menolak opsi pemain bisa dibaca sebagai langkah negosiasi, bukan perpisahan. Ia memberi pesan bahwa nilainya tidak hanya angka 27,7 juta dolar, melainkan peran struktural yang membuat mesin Curry tetap menyala.
Namun Warriors juga sedang berhadapan dengan realitas: Green menurun dalam efisiensi serangan, dan Kerr bahkan kadang mencadangkannya di closing lineup. Ini menandakan status “tak tergantikan” mulai bergeser menjadi “sangat berguna, tapi bisa dinegosiasikan.”
Rumor LeBron dan Davis memperlihatkan arah baru Warriors: mereka tidak lagi sekadar mengandalkan sistem, tetapi mengejar konsentrasi talenta. Strategi ini bisa membawa gelar cepat, namun juga bisa mempercepat kejatuhan jika tubuh veteran tidak lagi sanggup menanggung beban.
Di sisi lain, komentar agen Butler adalah pengingat bahwa NBA bukan hanya papan strategi, melainkan jaringan janji, relasi, dan reputasi organisasi. Jika Warriors terlihat mudah “membuang” pemain cedera, dampaknya bisa merembet ke daya tarik mereka di mata pemain lain.
Rookie seperti Lendeborg menjadi simbol dilema: masa depan ingin dibangun, tetapi masa kini menuntut all-in. Ketika para veteran dikejar, ruang tumbuh pemain muda sering menjadi korban pertama.
Warriors kini berdiri di persimpangan: mempertahankan identitas inti Curry–Green, atau mengubahnya menjadi proyek superteam dengan LeBron James dan Anthony Davis. Penolakan opsi pemain Draymond Green adalah pintu yang terbuka, tetapi pintu yang sama bisa membuatnya pergi.
Pertanyaan besarnya bukan sekadar “siapa datang,” melainkan “apa yang dikorbankan” untuk mengejar satu cincin lagi. Jika gelar adalah tujuan, Warriors harus memastikan keputusan musim panas ini tidak hanya spektakuler di headline, tetapi juga masuk akal di lantai pertandingan.
Di era ketika rumor bergerak lebih cepat dari bola, satu hal tetap abadi: tim juara lahir dari keseimbangan antara bintang, kesehatan, dan peran yang jelas. Apakah Golden State masih mampu menjaga keseimbangan itu, atau justru terjebak dalam kilau nama besar?
(Orbit dari berbagai sumber, 5 Juli 2026)