Get Fit Get Lit Prudential: Literasi Keuangan Anak dan Resiliensi Iklim
ORBITINDONESIA.COM – Get Fit! Get Lit! dari Prudential Singapore dan South East CDC menargetkan 3.000 anak usia 7–12 tahun hingga akhir 2027, saat suhu naik dan risiko dengue makin terasa di Singapura. Program ini menggabungkan literasi keuangan anak dengan edukasi iklim dan kesehatan, lalu dikemas sebagai pengalaman belajar yang praktis dan menyenangkan. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Singapura sedang menghadapi dua tekanan yang berjalan bersamaan, yaitu biaya hidup yang menuntut kecakapan mengelola uang sejak dini dan iklim yang makin panas. Dalam situasi seperti ini, penyakit tular vektor seperti dengue kembali menjadi pengingat bahwa perubahan lingkungan punya dampak langsung pada kesehatan harian. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Di titik inilah GFGL diposisikan sebagai jawaban komunitas, bukan sekadar kelas tambahan di sekolah. Peluncurannya di Siglap Community Club mengundang 145 anak dan keluarga, serta 20 perwakilan finansial Prudential sebagai relawan. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Prudential dan South East CDC menandatangani perjanjian kemitraan untuk memperluas jangkauan program. Jalurnya lewat jaringan sekolah dan mitra komunitas, termasuk kelompok kepanduan seperti Singapore Girl Guides (Brownies). (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
GFGL berangkat dari formula yang sudah dikenal publik, yaitu konsep uang Earn, Save, Spend, dan Donate. Konsep ini berasal dari program Cha-Ching milik Prudence Foundation, yang disebut telah menjangkau lebih dari 20.000 anak sejak 2018. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Yang baru adalah penambahan modul iklim dan kesehatan, sehingga literasi finansial tidak berdiri sendiri. Anak diajak memahami bagaimana cuaca ekstrem, panas, dan risiko penyakit memengaruhi rutinitas, lalu diminta mempraktikkan tindakan sederhana agar tetap bugar dan adaptif. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Dari sisi desain kebijakan sosial, kemitraan ini memindahkan beban edukasi dari ruang kelas formal ke ekosistem komunitas. South East CDC akan mengoordinasikan akses ke hingga 15 sekolah, termasuk CHIJ (Katong) Primary, St. Gabriel’s Primary School, dan Geylang Methodist School (Primary). (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Jangkauan juga diperluas lewat mitra layanan keluarga seperti TRANS Family Service Centre dan Thye Hua Kwan Family Service Centre. Model ini membuat program lebih dekat ke anak-anak yang membutuhkan dukungan tambahan, karena titik masuknya tidak hanya sekolah. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Namun ada pertanyaan penting tentang ukuran keberhasilan yang sering luput dari program CSR. Apakah target 3.000 anak berarti perubahan perilaku yang terukur, atau sekadar angka partisipasi yang mudah dipajang dalam laporan tahunan. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Di atas kertas, Prudential punya kapasitas operasional untuk mengeksekusi karena memiliki jaringan 5.400 perwakilan finansial dan dana kelolaan S$66,3 miliar per 31 Desember 2025. Tetapi kekuatan korporasi juga menuntut transparansi, agar edukasi tidak bergeser menjadi promosi terselubung pada keluarga. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Kutipan CEO Prudential Singapore, Chan San San, menekankan kebiasaan dini yang membentuk keputusan saat dewasa. Ia mengatakan program ini ingin membantu anak memahami uang saku, menjaga kesehatan, dan mengelola dampak perubahan iklim secara relevan untuk kehidupan sehari-hari. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Wali Kota South East District, Dinesh Vasu Dash, menekankan nilai kemitraan komunitas yang memberi pembelajaran langsung tentang kebiasaan sehat, kesadaran finansial, dan tanggung jawab lingkungan. Pernyataan ini menempatkan GFGL sebagai investasi sosial, bukan sekadar kegiatan akhir pekan. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Sudut pandang kritisnya ada pada kata “resiliensi” yang kini sering dipakai sebagai slogan. Resiliensi sejati menuntut perubahan struktur, seperti lingkungan yang lebih sejuk, ruang publik yang aman, dan sistem kesehatan yang responsif, bukan hanya anak yang diminta “beradaptasi”. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Meski begitu, membekali anak dengan bahasa sederhana tentang uang, kesehatan, dan iklim tetap bernilai strategis. Anak yang paham “Save” dan “Spend” cenderung lebih siap menghadapi godaan konsumsi, sementara anak yang paham risiko panas dan dengue bisa lebih cepat membangun kebiasaan pencegahan. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Kuncinya ada pada tata kelola program, yaitu kurikulum yang bebas konflik kepentingan dan evaluasi yang bisa diaudit. Jika modul, materi, dan pelatihannya jelas, program semacam ini bisa menjadi prototipe pendidikan publik yang lincah, murah, dan mudah diperbanyak. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Get Fit! Get Lit! menunjukkan arah baru CSR yang menggabungkan literasi keuangan anak, edukasi iklim, dan kesehatan dalam satu paket. Ia kuat karena memanfaatkan jaringan komunitas South East CDC, lalu diperkuat relawan dari Prudential untuk menjangkau anak di sekolah dan pusat layanan keluarga. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Tetapi publik berhak menuntut lebih dari sekadar niat baik, yaitu bukti dampak yang konsisten dan perlindungan dari komersialisasi edukasi. Jika anak-anak diajari mengelola uang dan risiko iklim, maka institusi dewasa juga harus menunjukkan disiplin yang sama dalam mengelola transparansi dan akuntabilitas. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)
Perenungan akhirnya sederhana, apakah kita ingin anak hanya “tahan banting” menghadapi dunia yang memanas, atau kita juga berani memperbaiki dunia itu sendiri. Program ini bisa menjadi awal, asalkan keberanian untuk mengukur hasil dan mengoreksi arah berjalan seiring dengan semangat kolaborasi. (Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)