Tren Wellness Kulit dari Dalam: Gummy Multivitamin Kian Dilirik
ORBITINDONESIA.COM – Tren wellness kulit dari dalam makin kuat, saat publik percaya kulit sehat tidak cukup disapu skincare luar. Di Jakarta, dokter estetika dr. Yessica Tania menegaskan stres, kurang tidur, dan pola makan ikut menentukan wajah yang tampak “glowing”.
Pergeseran ini lahir dari gaya hidup modern yang serba cepat dan menuntut solusi praktis. Media Indonesia mencatat minat terhadap produk wellness meningkat karena menjanjikan manfaat ganda, yakni penampilan dan kebugaran.
Di titik ini, kulit bukan lagi sekadar urusan kosmetik, melainkan indikator kondisi tubuh. Maka, konsep “radiate from the inside” menjadi bahasa baru yang mudah diterima pasar.
dr. Yessica menyebut faktor internal memengaruhi kulit secara signifikan, dari tidur hingga stres harian. Pernyataan ini selaras dengan literatur kesehatan yang menempatkan kurang tidur dan stres kronis sebagai pemicu inflamasi dan gangguan barrier kulit.
Ia juga menekankan hasil tidak instan dan perlu kombinasi nutrisi yang tepat. Contohnya, kolagen disebut lebih maksimal bila digabung biotin dan multivitamin esensial untuk dukungan struktur kulit, rambut, dan kuku.
Namun, narasi “kombinasi” sering menjadi pintu masuk strategi pemasaran yang membuat suplemen tampak wajib. Di sinilah publik perlu membedakan antara kebutuhan medis, kebutuhan nutrisi harian, dan kebutuhan gaya hidup.
Kebutuhan wellness modern juga bergeser ke daya tahan tubuh dan stamina, terutama bagi perempuan dengan rutinitas padat. dr. Yessica menyebut ginseng, multivitamin, mineral, dan asam folat sebagai dukungan energi dan imunitas sehari-hari.
Kalbe melalui PT Saka Farma Laboratories merespons dengan meluncurkan Zegavit Gummy. Revi Octaria menyebut format gummy dipilih karena ringkas, mudah dikonsumsi, dan relevan dengan mobilitas masyarakat.
Data internal Research and Metric yang dikutip perusahaan mencatat pertumbuhan ketertarikan pada perawatan preventif. Preferensi publik mengarah pada multivitamin yang praktis agar produktivitas tetap terjaga.
Dua varian ditawarkan untuk menangkap dua kecemasan utama pasar. Zegavit Glowme berfokus pada kolagen, biotin, dan vitamin esensial, sedangkan Zegavit Immu’NFit menggabungkan ginseng Korea, vitamin C, dan mineral untuk immuno complex.
Ledakan suplemen “enjoyable” menunjukkan self-care sedang dipermudah, tetapi juga diperdagangkan. Ketika kesehatan dikemas seperti camilan, batas antara kebutuhan dan keinginan menjadi kabur.
Dara Saraswati mengingatkan bahwa self-care bukan mengejar kesempurnaan, melainkan merasa nyaman dengan diri sendiri. Ia menekankan tantangan terbesar adalah konsistensi, sehingga kebiasaan kecil yang menyenangkan lebih mungkin bertahan.
Pernyataan itu penting karena pasar sering menjual “glow” sebagai standar sosial, bukan sebagai hasil tubuh yang seimbang. Jika standar ini tak dikritisi, suplemen berisiko berubah menjadi tiket untuk diterima, bukan alat bantu kesehatan.
Di sisi lain, format gummy memang menjawab masalah kepatuhan konsumsi yang selama ini membuat banyak orang gagal konsisten. Tetapi konsumen tetap perlu membaca dosis, komposisi gula, dan kecocokan dengan kondisi pribadi, termasuk kehamilan atau penyakit tertentu.
Intinya, tren wellness kulit dari dalam bisa menjadi langkah baik bila disertai literasi kesehatan. Tanpa itu, “praktis” bisa berubah menjadi “otomatis”, yakni membeli tanpa evaluasi, lalu berharap hasil instan.
Tren wellness kulit dari dalam memperlihatkan masyarakat makin sadar bahwa kulit adalah cermin gaya hidup. Peluncuran gummy multivitamin di panggung Beauty Fest Asia 2026 menegaskan bahwa industri membaca kebutuhan ini sebagai peluang besar.
Namun, pertanyaan kuncinya bukan sekadar produk apa yang diminum, melainkan kebiasaan apa yang diperbaiki. Jika tidur, makan, dan stres tetap berantakan, seberapa jauh suplemen bisa menggantikan fondasi kesehatan?
Pada akhirnya, glow yang paling tahan lama adalah yang lahir dari keputusan kecil yang konsisten dan masuk akal. Self-care akan terasa membebaskan ketika kita mengendalikan kebiasaan, bukan dikendalikan oleh janji kemasan. (Orbit dari berbagai sumber, 3 Juni 2026)