House of the Dragon Season 3: Battle of the Gullet Pecahkan Skor IMDB

Forbes

Forbes

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – House of the Dragon season 3 membuka episode perdana dengan Battle of the Gullet, sebuah adegan perang laut raksasa yang sejak lama dijanjikan sebagai salah satu momen paling epik di televisi. Respons awal penonton cenderung kompak: adegan itu berhasil, dan rating IMDB 9,4/10 langsung jadi bukti yang sulit diabaikan. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Artikel sumber berbahasa Inggris menegaskan Battle of the Gullet menampilkan ratusan kapal, pertempuran jarak dekat di geladak, dan naga yang menyapu armada seperti pembom. Skala ini mengingatkan penonton pada momen besar Game of Thrones seperti Battle of the Bastards, meski penulis artikel menilai levelnya belum sepenuhnya setara. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Menurut artikel itu, episode 1 season 3 berjudul Salt and Sea, Fire and Blood mencatat 9,4/10 di IMDB. Skor tersebut menyamai rekor seri yang sebelumnya dipegang episode season 2, The Red Dragon and the Gold, yang menampilkan duel naga berujung kematian Rhaenys dan Meleys serta Aegon dan Sunfyre yang terbakar oleh Aemond. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Namun, artikel itu juga menyindir bahwa episode ini terasa seperti “seharusnya” menjadi final season 2. Poin ini penting karena menyentuh isu struktur musim, ritme penceritaan, dan keputusan produksi yang memindahkan puncak dramatik ke awal musim berikutnya. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Skor 9,4/10 di IMDB bukan sekadar angka, karena ia berfungsi seperti referendum publik atas kepuasan penonton di malam penayangan. Artikel itu menyebut rekor ini hanya “seri” untuk House of the Dragon, tetapi tetap belum menembus “pantheon” Game of Thrones. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Rujukannya jelas: ada 17 episode Game of Thrones dengan skor 9,4 ke atas. Bahkan ada dua episode dengan 9,9, yakni Battle of the Bastards dan The Winds of Winter pada akhir season 6, yang disebut termasuk episode dengan skor tertinggi dalam sejarah IMDB. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Perbandingan itu menempatkan House of the Dragon dalam posisi unik: ia menang besar di level serialnya sendiri, tetapi masih hidup di bawah bayang-bayang pendahulunya. Di titik ini, rating menjadi arena kompetisi warisan, bukan sekadar ukuran kualitas episode tunggal. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Artikel tersebut menambahkan konteks lain yang jarang dibahas serius: perang rating antar-fandom. Ia menyebut A Knight of the Seven Kingdoms sudah memiliki dua episode 9,5, dan salah satunya sempat menyentuh 10 sempurna sebelum “perang rating” dengan penggemar Breaking Bad dan Seven Kingdoms terjadi. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Di luar IMDB, House of the Dragon season 3 disebut sudah memecahkan rekor Rotten Tomatoes untuk musim-musim serial itu dengan skor 95%. Klaim ini memperkuat narasi bahwa kualitas season 3 bukan kebetulan satu malam, melainkan tren penerimaan kritikus dan penonton yang menguat. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Dari sisi dramatik, episode ini juga memuat kematian besar: Jace tewas setelah naganya ditarik turun dan tenggelam oleh kapal-kapal bajak laut. Saat ia muncul ke permukaan, tubuhnya dihujani panah di dekat kapal musuh, dan pewaris takhta Rhaenyra pun gugur. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Artikel itu menekankan ironi yang pahit: Jace mati setelah mengunci Rhaenyra di ruangan agar ibunya tidak menggantikannya ke medan perang. Kematian itu juga dikaitkan dengan keputusan buruk Rhaena yang membawa naga Sheepstealer yang baru ditunggangi, lalu malah membakar kapal kawan dan memburu naga keluarganya sendiri. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Secara naratif, kematian Jace bukan hanya “kejutan”, melainkan penataan ulang pusat gravitasi konflik. Jika Aemond mulai “naik” sejak episode The Red Dragon and the Gold, maka kematian pewaris Rhaenyra adalah cara cepat untuk memperkeras perang suksesi menjadi perang pemusnahan. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Episode ini menunjukkan bagaimana serial modern mengejar dua target sekaligus: kepuasan sinematik dan statistik platform. Battle of the Gullet bekerja karena ia memberi tontonan yang “terasa mahal”, tetapi juga karena ia memberi momen yang mudah diubah menjadi angka, klip, dan perdebatan. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Masalahnya, ketika episode perdana terasa seperti final musim sebelumnya, ada harga yang dibayar pada ritme emosi penonton. Puncak terlalu dini bisa membuat sisa musim tampak seperti ekor panjang, kecuali penulis naskah mampu membangun eskalasi baru yang setara atau lebih tajam. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Keputusan Rhaena membawa Sheepstealer juga menggambarkan tema klasik Westeros: kekuasaan tanpa kendali teknis adalah bencana. Naga bukan sekadar senjata, dan episode ini mengingatkan bahwa “aset” terbesar keluarga bisa menjadi ancaman paling mematikan ketika ego mendahului kompetensi. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Di saat yang sama, perbandingan dengan Game of Thrones mengandung jebakan nostalgia. Jika standar yang dipakai selalu Battle of the Bastards, maka House of the Dragon akan terus dinilai sebagai “kurang”, padahal ia sedang membangun bahasa epiknya sendiri dengan politik keluarga yang lebih rapat dan tragedi yang lebih personal. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Battle of the Gullet menegaskan House of the Dragon season 3 sebagai tontonan yang tahu cara memukul penonton sejak menit awal, dan skor 9,4/10 di IMDB serta 95% Rotten Tomatoes memperkuat euforia itu. Namun, angka-angka tetap tidak menjawab pertanyaan yang lebih penting: apakah serial ini mampu mempertahankan tensi setelah mengorbankan Jace dan menggeser “final” ke episode pembuka. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)

Jika perang ini terus membesar, maka yang akan diuji bukan hanya efek visual dan koreografi, tetapi kedewasaan cerita dalam mengelola konsekuensi. Pada akhirnya, Westeros selalu memberi pelajaran sama: kemenangan yang paling mahal adalah kemenangan yang membuat kita bertanya, apa yang sebenarnya tersisa untuk diperebutkan. (Orbit dari berbagai sumber, 27 Juni 2026)