Solusi Prabowo untuk Mengatasi Paradoks Indonesia
Prabowo Subianto. Paradoks Indonesia dan Solusinya. Jakarta: PT. Media Pandu Bangsa. Cetakan pertama versi digital, Agustus 2023.
ORBITINDONESIA.COM - Dalam pengantar buku ini yang pertama kali terbit pada 2022, Prabowo Subianto menulis: “Indonesia merdeka untuk jadi negara yang kuat dan terhormat. Menjadi negara yang disegani karena rakyatnya hidup sejahtera, dan berkontribusi positif pada kehidupan bangsa-bangsa. Menjadi Macan Asia.”
“Saat ini, kurang dari 25 tahun menuju 100 tahun kemerdekaan Indonesia, kita belum mencapai, bahkan masih jauh dari taraf kesejahteraan dan gambar-gambar pembangunan yang sesuai dengan cita-cita para Pendiri Bangsa,” tegas Prabowo.
Prabowo mengakui, ketimpangan ekonomi masih mengkhawatirkan. Masih terlalu banyak warga negara Indonesia yang hidup dalam kemiskinan dan terancam jatuh miskin, bahkan sebelum kita
harus menghadapi pandemi COVID 19.
“Saya percaya, dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kita miliki seharusnya negara kita tidak hidup dalam ketimpangan dan kemiskinan. Kuncinya adalah pemahaman dan kemampuan segenap lapisan pimpinan negara dalam mengelola sumber daya yang kita miliki agar berjalan sesuai dengan pemahaman ekonomi para pendiri bangsa. Inilah tantangan sejarah bagi generasi kita,” ujar Prabowo.
Dengan buku ini, Prabowo mengajak pembaca untuk turut memahami kondisi Indonesia, memahami dua tantangan terbesar Indonesia dalam bernegara, dan turut ambil peran dalam perjuangan mewujudkan negara yang rakyatnya hidup sejahtera.
Dua Masalah Besar
Buku ini mengangkat fenomena yang disebut Prabowo sebagai Paradoks Indonesia: sebuah negara yang kaya raya dengan sumber daya alam dan manusia, tetapi sebagian besar rakyatnya masih hidup dalam kemiskinan dan ketimpangan.
Ia menyoroti dua masalah besar yang menghambat Indonesia menjadi bangsa maju:
1. Mengalirnya kekayaan nasional ke luar negeri melalui mekanisme perdagangan, investasi asing, dan kebijakan yang tidak tepat.
2. Demokrasi yang rawan dikuasai pemodal besar, sehingga keputusan politik sering tidak berpihak pada rakyat.
Prabowo menekankan bahwa akar masalah Indonesia bukanlah kekurangan modal, melainkan kepemimpinan dan keberanian mengambil keputusan politik yang tepat.
Ia mengajak bangsa untuk kembali pada amanat Pasal 33 UUD 1945, membangun ekonomi konstitusi yang berpihak pada rakyat, serta memperkuat demokrasi yang bersih dari oligarki.
Middle Income Trap
Buku ini juga menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi dua digit agar Indonesia keluar dari middle income trap.
Prabowo mencontohkan keberhasilan Tiongkok dalam mengelola BUMN dan sumber daya nasional sebagai inspirasi, sembari mengingatkan bahwa Indonesia harus berani memiliki strategi pembangunan sendiri, termasuk industri nasional yang kuat.
Buku ini penting untuk membangun kesadaran politik-ekonomi. Buku ini berfungsi sebagai pendidikan politik bagi masyarakat, agar memahami tantangan bangsa secara utuh.
Buku ini juga menawarkan solusi strategis. Prabowo mengusulkan pengelolaan sumber daya yang konsisten dengan konstitusi, serta perlunya negara hadir sebagai pelopor ekonomi.
Buku ini mnerupakan refleksi menuju 100 tahun Indonesia merdeka (2045). Buku ini menjadi seruan agar generasi sekarang tidak gagal mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa: Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.
Dengan demikian, buku ini menjadi dokumen politik sekaligus ideologis. Ia bukan sekadar analisis ekonomi, tetapi juga manifesto perjuangan politik yang menegaskan alasan Prabowo terjun ke dunia politik.
Dengan demikian, Paradoks Indonesia dan Solusinya adalah karya yang penting karena menggabungkan analisis ekonomi, refleksi sejarah, dan visi politik untuk masa depan Indonesia.
(Oleh Satrio Arismunandar, Dewan Pakar di South China Sea Council). ***