Prospek Saham Kanada: Pilihan Craig Jerusalim dan Risiko Bank
ORBITINDONESIA.COM – Prospek saham Kanada kembali jadi sorotan saat manajer investasi Craig Jerusalim tetap bullish meski ancaman tarif memicu volatilitas. Strateginya menyorot saham Kanada berfundamental kuat, sambil memangkas sektor bank Kanada yang dinilai “priced for perfection.”
Di tengah tarik-menarik geopolitik dan ancaman tarif, pasar sering bereaksi berlebihan dalam jangka pendek. Jerusalim, senior portfolio manager di CIBC Asset Management di Toronto, memilih membaca volatilitas sebagai diskon sementara untuk perusahaan yang “terlupakan.”
Ia mengelola lebih dari US$11 miliar aset dalam dua strategi, yakni Canadian GARP dan Canadian dividend growth. Dalam wawancara dengan The Globe and Mail, ia menegaskan optimisme berbasis pertumbuhan laba emiten Kanada, bukan sekadar sentimen.
Data kinerja memperkuat narasi itu, setidaknya hingga 21 Juli. CIBC Dividend Growth Fund naik 19,4% setahun, dengan imbal hasil tahunan 3 tahun 18,6% dan 5 tahun 12,8% (total return, net of fees).
Renaissance Canadian Growth Fund naik 17,5% dalam 12 bulan, dengan annualized 3 tahun 18,1% dan 5 tahun 11,6%. Angka ini penting, karena menunjukkan hasil konsisten di luar satu musim pasar yang kebetulan menguntungkan.
Inti pendekatannya sederhana namun disiplin: beli perusahaan berkualitas saat pasar ragu, lalu tahan saat volatilitas memuncak. Dalam praktiknya, ia menyebut tiga saham Kanada yang terus ia tambah, serta satu sektor yang justru ia pangkas.
Pilihan pertama adalah Kraken Robotics Inc., perusahaan teknologi kelautan berbasis Mount Pearl, Newfoundland and Labrador. Ia mulai membeli beberapa bulan terakhir setelah sahamnya terkoreksi pasca akuisisi “transformasional” terhadap Covelya Group Ltd. di Eropa.
Kraken dinilai mahal secara historis, tetapi koreksi memberi “harga lebih masuk akal” untuk bisnis yang tumbuh. Ia menyorot katalis yang konkret, yakni pesanan robot bawah laut dan baterai yang datang melampaui ekspektasi.
Pernyataan itu tidak berdiri sendiri, karena konteks geopolitik memang menaikkan permintaan militer dan komersial atas teknologi bawah laut. Ia juga menekankan sinyal kepercayaan internal, ketika CEO dan CFO membeli saham tambahan di pasar terbuka.
Di sisi valuasi, ia menyatakan ada pesaing yang kurang menguntungkan namun diperdagangkan pada multiple lebih tinggi dibanding Kraken. Jika benar, pasar sedang memberi premi pada “narasi” sektor, bukan pada kualitas laba, dan ini sering menjadi celah bagi investor berbasis fundamental.
Katalis berikutnya adalah potensi inklusi indeks akhir tahun ini atau awal tahun depan, ditambah peluang pesanan tambahan dari Angkatan Laut AS. Dalam bahasa pasar, itu bisa memicu “re-rating,” yakni penyesuaian valuasi ke level yang dianggap lebih pantas.
Pilihan kedua adalah Brookfield Asset Management Ltd. (BAM), raksasa pengelola aset alternatif asal Toronto. Ia menambah posisi karena BAM ikut terseret kekhawatiran bahwa AI akan mengganggu bisnis software para alternative asset manager.
Namun ia mengklaim eksposur software BAM kurang dari 1% dari aset, sehingga risiko “AI disruption” lebih kecil dibanding peers. Ia juga menyebut BAM tidak perlu melakukan gating dana, dan diproyeksikan mencetak rekor fundraising.
Argumennya menarik karena membalik ketakutan menjadi peluang: AI bukan ancaman, melainkan pendorong belanja infrastruktur, energi, real estat, dan data. Jika belanja AI berlanjut, BAM berpeluang menjadi “penjual sekop” di era demam emas komputasi.
Ia bahkan menyatakan overweight baik BAM maupun induknya, Brookfield Corp., relatif terhadap S&P/TSX Composite Index. Sikap ini menunjukkan keyakinan bahwa volatilitas sektor bukan sinyal kerusakan model bisnis, melainkan jeda valuasi.
Pilihan ketiga adalah Cameco Corp., produsen uranium berbasis Saskatoon. Ia membeli sejak 2023 dan menambah lagi setelah sahamnya turun sekitar 30% dari puncak Februari, sehingga ia kembali ke posisi overweight.
Sebelum perang Iran pun, isu keamanan energi domestik sudah menguat, dan kini makin tajam. Ia menilai nuklir akan memainkan peran penting, baik untuk keamanan pasokan maupun pengurangan emisi gas rumah kaca.
Di sini Kanada mendapat keuntungan struktural, karena memiliki pemain pemimpin pasar, yakni Cameco. Ia juga menyorot kepemilikan Cameco atas 49% Westinghouse Electric Co., bisnis layanan nuklir global, yang dibeli pada 2023.
Struktur ini membuat Cameco bukan hanya cerita komoditas uranium, tetapi juga cerita jasa dan rantai nilai nuklir. Dalam kondisi transisi energi yang sering tersendat, diversifikasi seperti ini bisa menjadi penyangga saat harga komoditas berfluktuasi.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa Cameco “tidak murah,” sehingga tesisnya bukan berburu harga diskon ekstrem. Ia lebih menekankan momentum permintaan jangka menengah dan posisi strategis perusahaan, yang ia anggap layak dibayar premium.
Bagian paling tajam dari wawancara justru muncul saat ia memangkas sektor yang sedang “sempurna,” yakni bank-bank Kanada. Ia menyebut langkah itu berisiko “career-limiting,” karena bank besar biasanya menjadi jangkar portofolio investor domestik.
Ia mengakui fundamental bank Kanada sedang kuat: margin melebar, wealth management booming, aktivitas pasar modal solid, dan kredit relatif jinak. OSFI bahkan menurunkan domestic stability buffer pada Juni, sehingga kapital lebih longgar untuk ekspansi dan investasi.
Masalahnya, pasar sudah menagih kesempurnaan itu di harga. Ia menyebut Big Six bank Kanada diperdagangkan pada forward P/E sekitar 16 kali, lebih tinggi dari peers AS dan di atas valuasi puncak pra-krisis finansial.
Di titik ini, kritiknya bersifat preventif: ketika valuasi tinggi, “hiccup” kecil saja bisa memicu profit-taking besar. Ini bukan pesimisme pada bisnis bank, melainkan skeptisisme pada ekspektasi pasar yang terlalu mulus.
Sudut pandang ini relevan untuk investor ritel yang sering menyamakan “perusahaan bagus” dengan “saham pasti aman.” Perusahaan bisa tetap bagus, tetapi sahamnya tetap bisa jatuh jika harga sudah memuat terlalu banyak kabar baik.
Namun, ada juga sisi yang perlu diuji: optimisme pada saham pertahanan bawah laut, aset alternatif, dan nuklir sangat bergantung pada kelanjutan tren geopolitik dan belanja infrastruktur. Jika siklus belanja melambat atau regulasi berubah, narasi katalis bisa melemah lebih cepat dari yang diperkirakan.
Di sinilah nilai wawancara ini: ia tidak menjual kepastian, melainkan menimbang probabilitas. Ia memindahkan risiko dari “bisnis rapuh” ke “harga yang rapuh,” dan itu perbedaan yang sering diabaikan.
Wawancara ini memperlihatkan satu pelajaran utama tentang prospek saham Kanada: volatilitas tidak selalu musuh, tetapi bisa menjadi alat seleksi. Jerusalim memilih membeli Kraken, Brookfield Asset Management, dan Cameco, sambil menurunkan bobot bank karena valuasi yang dianggap terlalu optimistis.
Pertanyaan bagi pembaca bukan apakah ia benar hari ini, melainkan apakah kita memahami alasan di balik keputusan portofolio. Saat pasar menuntut kesempurnaan, mungkin kebijaksanaan justru ada pada keberanian mengatakan “cukup,” lalu mencari nilai di tempat yang belum ramai.
(Orbit dari berbagai sumber, 24 September 2026)