Box Office Minions & Monsters Ditopang Luar Negeri, AS Loyo

Deadline

Deadline

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Box office Minions & Monsters menang global, tetapi rapuh di Amerika Utara.

Film Illumination/Universal ini meraup akhir pekan global US$147,1 juta, namun pembukaan domestiknya justru menjadi yang terendah sepanjang waralaba Despicable Me/Minions.

Minions & Monsters mencatat akhir pekan US$85,1 juta dari pasar internasional, sementara pembukaan 5 hari di AS/Kanada hanya US$62 juta.

Angka itu sedikit di atas laporan awal US$61,4 juta, namun tetap menjadi start terendah dalam sejarah waralaba tersebut.

Secara domestik, pendapatan 3 hari hanya US$37 juta setelah Minggu mendekati US$11 juta.

Akumulasi global film ini kini US$160,6 juta dari 72 teritori, menegaskan pola “selamat karena luar negeri”.

Istilah yang paling menjelaskan situasi ini adalah franchise fatigue, yakni kejenuhan penonton terhadap formula yang terasa berulang.

Di saat yang sama, film keluarga masih bisa ko-eksis menjelang gelombang judul besar berikutnya, termasuk live-action Moana dari Disney.

Universal menekankan faktor eksternal yang mengganggu kebiasaan menonton, dari gelombang panas Eropa hingga efek Piala Dunia pada audiens multikultural.

Namun data PostTrak menunjukkan penonton Latino/Hispanik justru menjadi motor utama, menyumbang 37% audiens akhir pekan ini.

Presiden Universal International Distribution, Veronika Kwan Vandenberg, menyebut film ini mendapat respons kritik terbaik Illumination dari 17 filmnya.

Ia juga menilai “konfluensi peristiwa dunia” memengaruhi kunjungan bioskop, tetapi yakin film akan punya masa tayang panjang.

Dari sisi pasar, China memimpin dengan US$16,4 juta termasuk preview/akhir pekan, tayang di 30.000 layar.

Film ini mengungguli komedi lokal Keep Real yang debut US$10,4 juta, dan pada Sabtu meraih US$6,4 juta dengan 27% jatah showtime.

Jerman menyumbang US$6,4 juta dari 1.632 layar dengan pangsa pasar 35% dan menjadi film nomor satu.

Inggris & Irlandia membuka US$5,8 juta dari 2.500 layar, sementara Meksiko US$5,5 juta dari 2.800 layar di posisi dua.

Spanyol debut US$4,3 juta dan memimpin pasar dengan pangsa 38%, sedangkan Italia juga nomor satu dengan US$3,2 juta dan 50% pangsa pasar.

Vietnam mencetak US$2,5 juta sebagai pembukaan MPA terbesar tahun ini, sekaligus preview animasi tertinggi sepanjang masa di negara itu.

Di sisi lain, Toy Story 5 tetap kuat sebagai penantang utama, meraih US$100 juta pada akhir pekan global ketiga dan total global US$764,3 juta.

Di Jepang, Toy Story 5 membuka US$14,6 juta dan diklaim sebagai pembukaan akhir pekan MPA tertinggi sepanjang masa di sana.

Kontras tajam terlihat pada Supergirl, yang total globalnya baru US$99 juta, jauh dari cukup untuk biaya produksi US$170–186 juta sebelum P&A.

Akhir pekan global kedua Supergirl hanya US$18 juta, turun 74%, dengan domestik anjlok 77% ke US$8,6 juta.

Film lain menunjukkan daya tahan berbeda, seperti Obsession yang mencatat akhir pekan global kedelapan US$17,68 juta dan total dunia US$403,3 juta.

Backrooms dari A24 juga stabil dengan akhir pekan global US$12,8 juta dan total global US$356 juta.

Dari data pra-rilis, jangkauan media sosial Minions & Monsters mencapai 793 juta, 31% di atas komparasi film animasi keluarga.

Angka itu melampaui Minions: The Rise of Gru (668,4 juta) dan Toy Story 5 (711,8 juta), namun hype digital tidak otomatis menjadi tiket domestik.

Minions & Monsters memberi pelajaran bahwa era “asal rilis pasti meledak” untuk waralaba panjang sudah lewat, terutama di pasar AS yang cepat jenuh.

Penonton domestik kini lebih selektif, dan mereka menghukum repetisi meski mereknya kuat.

Namun “kemenangan luar negeri” bukan sekadar penyangga, melainkan pusat gravitasi baru bisnis film keluarga.

China, Eropa, dan Asia Tenggara menunjukkan bahwa karakter ikonik masih punya daya tarik besar ketika strategi rilis, layar, dan momentum liburan berpihak.

Universal tampak sadar, karena narasi mereka menekankan masa tayang panjang dan faktor eksternal, bukan sekadar euforia pembukaan.

Itu masuk akal, mengingat biaya produksi bersih disebut US$85 juta dan lini merchandise bisa menambal fluktuasi box office.

Yang patut dikritisi adalah ketergantungan industri pada “event” global untuk menutupi kelemahan cerita yang terasa formulaik.

Jika film keluarga terus mengandalkan nostalgia dan repetisi, pasar domestik akan makin sering menjadi titik lemah, bukan mesin utama.

Minions & Monsters menang angka secara global, tetapi kalah dalam sinyal: publik AS mulai meminta sesuatu yang lebih segar dari waralaba lama.

Pada saat yang sama, peta kekuatan box office bergeser, dan pasar internasional makin menentukan hidup-mati sebuah merek.

Pertanyaannya, apakah studio akan merespons dengan keberanian kreatif, atau justru makin mengandalkan “aman” karena merchandise dan pasar luar negeri?

(Orbit dari berbagai sumber, 10 Juli 2026)