10 Penyair "Golden Flames Upon the Sky" Terpilih Mewakili Indonesia dalam Antologi BRICS Literature Network 2026

Sepuluh penyair yang mewakili Indonesia.

Sepuluh penyair yang mewakili Indonesia.

Culture

ORBITINDONESIA.COM BRICS Literature Network Indonesia secara resmi menetapkan sepuluh penyair dengan total 20 puisi untuk mewakili Indonesia dalam antologi internasional BRICS Literature Network yang akan diterbitkan di Tiongkok pada Oktober 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Komisioner Indonesia sekaligus National Coordinator of BRICS Literature Network Indonesia, Sastri Bakry, pada Senin, 30 Agustus 2026, di Padang.

Dua puluh karya terpilih itu merupakan hasil kurasi program “Golden Flames Upon the Sky”, yang mengangkat tiga tema utama: Lintas Peradaban, Perdamaian, dan Kemanusiaan. Program ini diikuti oleh hampir 40 penyair yang mengirimkan sekitar 80 puisi dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Dua puluh puisi ini dipilih karena memiliki kekuatan artistik sekaligus sejalan dengan tema BRICS tahun ini, Dialogue of Civilizations, One Shared Future, serta semangat program kita: Lintas Peradaban, Perdamaian, dan Kemanusiaan. Melalui karya-karya ini, kami ingin menunjukkan bahwa sastra Indonesia dapat menjadi jembatan dialog budaya dan perdamaian antarbangsa,” ujar Dikdik Sadikin, Curatorial Coordinator.

Dikdik menjelaskan bahwa proses kurasi dilakukan dengan menggunakan enam kriteria penilaian, yaitu:

- kekuatan artistik dan puitik—25 persen;

- orisinalitas serta kekhasan suara penyair—20 persen;

- kedalaman dan relevansi tema—20 persen;

- resonansi emosional dan intelektual—15 persen;

- akar budaya Indonesia dengan daya jangkau universal—10 persen; dan

- efektivitas pengungkapan dalam bahasa Inggris—10 persen.

“Kurasi tidak hanya mempertimbangkan kesesuaian tema, tetapi juga keutuhan puisi sebagai karya sastra. Kami mencari puisi yang memiliki suara khas, kedalaman gagasan, daya sentuh emosional, serta kemampuan berbicara kepada pembaca dari latar budaya yang berbeda,” tambah Dikdik.

Sepuluh Penyair dan Dua Puluh Puisi Terpilih

Daftar berikut disusun berdasarkan urutan alfabet nama penyair dan bukan berdasarkan peringkat.

1. Aria Maulana Santi

- Faith

- Litany of the Tunnel

2. Dad Murniah (Nia Samsihono)

- The Sea Between Us

- Under the Same Rain

3. Edrawati (Era Nurza)

- Who Will Inherit the Dust After Us?

- Before the Sky Learned to Hate

4. Elvina

- For You Eja

- My Sky That Went Home First

5. EM Yogiswara

- Stirring the Soul’s Awareness

- The Worship of a Mother Spider

6. Irawan Sandhya Wiraatmaja

- Rhythm of the Harmony

- Marih al Hannun

7. Jamal D. Rahman

- Weep, Oh Weep, Palestine

- Children of Tobacco

8. Novik el Koto

- Tracing One Last Smile

- Whispers of Papua

9. Pudji Isdriani

- Colosseum

- Do Not!

10. Soni Hurianto

- The Weight We Carry

- Threads

Karya-karya terpilih tersebut selanjutnya akan dipersiapkan dalam bahasa Inggris untuk penerbitan internasional dan diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin. Seluruh puisi akan dihimpun dalam antologi yang diterbitkan melalui jejaring BRICS Literature Network di Tiongkok pada Oktober 2026.

Pemilihan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan keragaman suara, pengalaman, dan lanskap kebudayaan Indonesia kepada masyarakat sastra internasional.

Tema-tema yang dihadirkan mencakup perdamaian, kemanusiaan, kehilangan, lingkungan, kehidupan masyarakat, identitas budaya, serta harapan akan masa depan bersama.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh penyair yang telah berpartisipasi. Setiap puisi yang dikirimkan merupakan nyala emas Indonesia untuk dunia. Yang terpilih membawa amanah untuk memperkenalkan kekayaan sastra Indonesia dalam percakapan antarperadaban,” tutur Sastri Bakry.

Mari mengibarkan bendera sastra Indonesia ke dunia! ***