Terjadi Perembetan Krusial Kebakaran Hutan dan Lahan ke Papua

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan.

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan.

Nasional

ORBITINDONESIA.COM - Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah provinsi di Kalimantan dengan tingkat kepekatan yang bervariasi.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per hari ini, ada ribuan titik panas di seluruh Indonesia, terbanyak di Kalimantan, sebanyak 1.106 titik. Titik panas di Papua sebanyak 179, di Sumatera 34 titik.

Terjadi perembetan krusial kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia, yang merupakan ekspansi metode pembukaan lahan dengan membakar, ke wilayah Papua.

Di samping itu, fakta menunjukkan bahwa Sumatera dan terutama Kalimantan, masih menjadi episentrum krisis kebakaran. Bagi pelaku, praktik pembukaan lahan dengan cara membakar dinilai cepat dan ekonomis.

Munculnya 179 titik panas di Papua menandakan adanya transfer praktik buruk dari Sumatera dan Kalimantan. Jika tidak dimitigasi segera, ekosistem gambut dan hutan hujan tropis Papua yang merupakan salah satu "paru-paru dunia" yang tersisa, akan mengalami degradasi masif, serupa dengan yang terjadi di Kalimantan.

Papua memiliki karakteristik keanekaragaman hayati yang endemik dan tanah gambut yang dalam.

Jika metode pembakaran lahan menjadi kebiasaan di Papua, pemulihan ekosistemnya akan jauh lebih sulit dan memakan biaya ekologis yang jauh lebih mahal dibandingkan wilayah lain.

(Sumber: BDS Alliance) ***