Sennheiser Momentum True Wireless 5: Earbuds Baterai Ganti Sendiri

The Verge

The Verge

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Sennheiser Momentum True Wireless 5 hadir sebagai earbuds true wireless dengan baterai yang bisa diganti sendiri, sebuah fitur langka di pasar TWS premium. Desain baru ini menargetkan dua kata kunci yang kini dicari publik: “earbuds tahan lama” dan “baterai replaceable”, bukan sekadar suara lebih kencang.

Sennheiser mengumumkan generasi terbaru earbuds flagship-nya dengan perombakan besar yang menekankan keberlanjutan. Perusahaan menyebut desain baru meningkatkan kenyamanan, stabilitas, dan portabilitas, tetapi alasan paling kuat untuk upgrade adalah umur pakai yang tidak cepat berakhir karena baterai drop.

Masalah klasik earbuds nirkabel ada pada baterai tanam yang menua, lalu perangkat terasa “rusak” meski driver dan elektroniknya masih sehat. Banyak earbuds dirakit dengan lem agar kecil dan ringan, sehingga perbaikan baterai sering tidak realistis untuk pengguna biasa.

Momentum True Wireless 5 dan charging case-nya memakai baterai yang dapat diganti pengguna, cukup dengan obeng kecil, tanpa “membobol” lapisan lem. Ini menggeser logika produk dari barang konsumsi cepat menjadi perangkat yang lebih bisa dipelihara.

Momentum True Wireless 5 dijadwalkan tersedia mulai 3 September dengan harga US$299,95, sama seperti Momentum 4 saat rilis awal 2024. Pilihan warnanya lima finishing metalik: lavender, copper, denim, graphite, dan cream.

Gelombang baterai yang dapat diganti kembali menguat karena regulasi keberlanjutan Eropa yang akan efektif pada awal 2027. Dorongan regulasi ini membuat produsen mulai memikirkan desain servisabel, meski adopsinya pada earbuds masih lambat.

Di kategori headphone over-ear, model baterai swap sudah muncul dari Sennheiser serta merek lain seperti Fender dan Glorious. Namun earbuds lebih sulit karena ruang sempit, kebutuhan ketahanan, dan kompromi berat yang biasanya “diselesaikan” dengan lem permanen.

Bang & Olufsen Beoplay Eleven yang meluncur akhir 2024 juga membawa baterai replaceable, tetapi pengguna harus mengirim unit untuk diganti teknisi. Momentum 5 berada di kelompok kecil yang memberi kendali langsung ke pengguna, bersama Fairphone Fairbuds.

Dari sisi daya, Sennheiser mengklaim hingga 12 jam per pengisian, atau total hingga 40 jam dengan charging case yang kini lebih ramping dan mendukung Qi. Sebagai pembanding, Momentum 4 diklaim mentok 7,5 jam, atau hingga 30 jam dengan case.

Peningkatan lain menyasar pengalaman modern: eartip baru dipadukan dengan adaptive ANC yang direvisi untuk peredaman bising lebih baik. Ada juga dukungan Dolby Atmos dan spatial audio dengan interactive head tracking.

Konektivitas turut ditingkatkan lewat dukungan Bluetooth 6.0 dan “robust mode” untuk lingkungan berinterferensi tinggi. Klaim ini menargetkan keluhan paling umum TWS premium: putus-putus di area padat sinyal.

Langkah Sennheiser terasa seperti kritik halus terhadap industri yang terlalu lama menjual “kemudahan” dengan harga limbah elektronik. Ketika baterai bisa diganti sendiri, konsumen tidak lagi dipaksa memilih antara membeli baru atau membayar servis yang merepotkan.

Namun keberlanjutan tidak berhenti pada sekrup dan baterai, karena yang menentukan adalah ketersediaan suku cadang dan harga baterai di pasar. Jika baterai resmi langka atau mahal, “user-replaceable” bisa berubah menjadi jargon pemasaran.

Di sisi lain, Momentum 5 menunjukkan bahwa desain servisabel tidak harus mengorbankan fitur kelas atas seperti ANC adaptif, Dolby Atmos, dan head tracking. Ini sinyal bahwa premium di 2026 semestinya berarti lebih awet, bukan sekadar lebih mewah.

Momentum True Wireless 5 menempatkan baterai ganti sendiri sebagai argumen utama, lalu memperkuatnya dengan lonjakan daya hingga 12 jam dan total 40 jam bersama case Qi yang lebih tipis. Di saat regulasi Eropa 2027 semakin dekat, produk seperti ini tampak bukan pengecualian, melainkan awal dari standar baru.

Pertanyaannya kini bergeser: apakah merek lain akan mengikuti, atau tetap mempertahankan desain “sekali pakai” yang menguntungkan penjualan ulang. Jika konsumen mulai menghitung umur pakai sebagai fitur, industri audio mungkin akhirnya belajar bahwa kenyamanan terbesar adalah tidak perlu membeli lagi terlalu cepat.

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2026)