Broadway Revival The Sound of Music Kembali di Lincoln Center 2027

Playbill

Playbill

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Broadway revival The Sound of Music dipastikan kembali ke panggung utama Lincoln Center Theater (LCT) pada musim semi 2027, dengan Maria diperankan nomine Tony Jasmine Amy Rogers. LCT menempatkan kebangkitan musikal klasik ini sebagai jangkar musim 2026–27, berdampingan dengan revival A Few Good Men karya Aaron Sorkin dan Seven Guitars karya August Wilson. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

The Sound of Music akan mulai pementasan pada 23 Maret 2027 dan resmi dibuka 15 April 2027 di Vivian Beaumont Theater. Produksi ini disutradarai Lear deBessonet dan koreografi oleh Christopher Gattelli, dengan masa tayang 17 minggu. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

Di musim yang sama, LCT juga mengumumkan revival Broadway pertama A Few Good Men yang mulai 8 Oktober 2026 dan dibuka 29 Oktober 2026, berjalan 13 minggu. Bradley Whitford dan Tom Blyth memimpin pemeran, dengan sutradara pemenang Tony Michael Arden. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

Untuk lini Off-Broadway, LCT menempatkan The Whoopi Monologues di Mitzi E. Newhouse pada 7 Juli–30 Agustus, disutradarai Whitney White. Deretan bintang yang diumumkan meliputi Dominique Fishback, Kecia Lewis, Danielle Pinnock, Kerry Washington, dan Kara Young. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

Kembalinya The Sound of Music menandai revival kedua dalam sejarah musikal itu, sebuah sinyal bahwa Broadway masih mengandalkan judul berdaya ingat tinggi. Strategi ini lazim ketika biaya produksi naik dan penonton menginginkan kepastian mutu serta nostalgia yang aman. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

Namun LCT tidak hanya menjual nostalgia, karena mereka menumpuk musim dengan drama ruang sidang populer, teater monolog berbintang, dan karya klasik kulit hitam Amerika. Seven Guitars dijadwalkan tampil terbatas sembilan minggu mulai 5 November dan dibuka 23 November, disutradarai Ruben Santiago-Hudson yang pernah memenangi Tony dari produksi Broadway 1996 naskah yang sama. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

Dalam sinopsis resminya, Seven Guitars berlatar Pittsburgh 1940-an dan mengikuti musisi blues Floyd “Schoolboy” Barton yang berusaha merebut kembali cintanya serta melampaui batas hidup kulit hitam di Amerika. LCT menekankan tema maskulinitas, ambisi, seni, komunitas, dan “beban kolektif mimpi yang tertunda,” yang membuatnya relevan di tengah debat kesenjangan dan identitas hari ini. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

Di Newhouse, LCT juga menyiapkan pemutaran perdana dunia Born in the Dirt karya Kimberly Belflower, mulai 14 April 2027 dan dibuka 6 Mei 2027 untuk 10 minggu. Ceritanya tentang perempuan muda dari kota kecil Selatan yang bekerja di “rumah sakit” boneka, sebuah premis yang tampak ganjil tetapi potensial memotret ekonomi kreatif, kerja perawatan, dan mitologi lokal. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

Tambahan lain adalah pemutaran perdana Amerika Playing Burton karya Mark Jenkins, monodrama tentang aktor legendaris Richard Burton. Matthew Rhys akan menjadi bintang dan Bartlett Sher menyutradarai, sementara tanggal pementasan belum diumumkan. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

Di ruang LCT3 Claire Tow Theater, musim 2026–27 dikurasi Maria Manuela Goyanes dengan tiga program utama. Ada creation stories and all the important importants karya Mfoniso Udofia mulai 15 September, lalu Pretend It’s Pretend karya Emma Watkins mulai 28 Januari 2027, serta kembalinya Comedy Series, Composer Series, dan Reading Series. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

Musim ini terbaca sebagai upaya LCT menyeimbangkan “kepastian komersial” dengan “keberanian artistik” tanpa memutus keterhubungan publik. The Sound of Music dan A Few Good Men adalah magnet penonton luas, sementara Seven Guitars, Born in the Dirt, dan program LCT3 menjaga reputasi LCT sebagai institusi kuratorial, bukan sekadar pabrik hit. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

Pernyataan Lear deBessonet mengunci arah itu ketika ia menegaskan, “people are hungry for meaningful shared experiences,” dan ingin penonton merasakan “hum of occasion” serta “promise of care” sejak tiba di LCT. Bahasa ini bukan sekadar retorika, karena pemilihan judul-judulnya memang mengundang percakapan lintas generasi: dari keluarga Von Trapp sampai ruang sidang militer, dari monolog selebritas sampai luka sejarah komunitas kulit hitam. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

Yang patut diuji adalah apakah nostalgia akan mendominasi ruang imajinasi, atau justru menjadi pintu masuk bagi penonton baru menuju karya yang lebih menantang. Bila penonton datang demi Do-Re-Mi namun pulang membawa pertanyaan tentang “dreams deferred” versi August Wilson, maka strategi LCT berhasil mengubah tiket menjadi pengalaman sipil. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

Broadway revival The Sound of Music di Lincoln Center Theater menegaskan bahwa teater besar masih percaya pada kekuatan cerita yang sudah tertanam di memori publik. Pada saat yang sama, musim 2026–27 menunjukkan bahwa institusi seperti LCT berusaha menautkan hiburan dengan percakapan sosial melalui Wilson, Belflower, dan program LCT3. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)

Pertanyaannya kini sederhana namun menentukan: apakah kita datang ke teater untuk mengulang rasa aman, atau untuk menegosiasikan kembali makna hidup bersama. Jika “pengalaman bersama yang bermakna” benar-benar menjadi tujuan, maka panggung bukan hanya tempat bernyanyi, melainkan ruang untuk mendengar ulang suara zaman. (Orbit dari berbagai sumber, 28 Juni 2026)