Box Office Akhir Pekan: Other Mommy Unggul, The Social Reckoning Tertahan
ORBITINDONESIA.COM – Box office akhir pekan di Amerika Utara tampak dikuasai Other Mommy setelah meraup US$3,6 juta dari penayangan pratinjau Kamis malam. Sementara itu, The Social Reckoning hanya mengumpulkan US$650 ribu, memberi sinyal bahwa film bertema Facebook itu harus bekerja lebih keras untuk meraih keterlibatan penonton. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
Terjemahan artikel sumber (Bahasa Indonesia): Other Mommy tampaknya memegang kendali kuat atas box office akhir pekan, sementara The Social Reckoning berupaya mencari keterlibatan yang lebih besar. Jessica Chastain memimpin film Universal Pictures Other Mommy, yang mengumpulkan US$3,6 juta dari pratinjau Kamis. Film horor garapan sutradara Rob Savage ini tayang di 3.200 bioskop Amerika Utara, dengan proyeksi studio pembukaan US$20 juta untuk kisah tentang entitas jahat yang muncul di lemari seorang gadis kecil. Dengan biaya produksi US$19 juta, Other Mommy tidak mendapat dukungan kritik karena hanya meraih 18 persen persetujuan di Rotten Tomatoes. Dalam ulasannya untuk The Hollywood Reporter, kritikus Richard Lawson menulis film itu “menarik secara visual, tetapi sebagian besar hampa—sekadar rangkaian kejutan singkat dan mitologi setengah matang.”
Film lain yang debut akhir pekan ini adalah The Social Reckoning dari Sony Pictures yang meraup US$650 ribu dari pratinjau Kamis. Film berbiaya US$30 juta ini tayang di 2.600 bioskop Amerika Utara, dengan ekspektasi studio sekitar US$7 juta untuk akhir pekan. Sebagai pembanding, film Digger pekan lalu yang dibintangi Tom Cruise meraih US$1,2 juta dari pratinjau sebelum menutup akhir pekan di angka US$8 juta, meski film Warner Bros. itu memiliki anggaran jauh lebih besar. Aaron Sorkin menyutradarai sekuel berbasis fakta dari The Social Network (2010), film favorit garapan David Fincher tentang pendirian Facebook yang membuat Sorkin memenangkan Oscar untuk skenarionya. Jesse Eisenberg, yang dulu mendapat nominasi Oscar berkat perannya sebagai Mark Zuckerberg, tidak kembali di film baru ini, dengan Jeremy Strong mengambil alih peran tersebut. The Social Network dibuka di posisi No. 1 dengan US$22,4 juta dan kemudian mengumpulkan total global US$224 juta.
Mikey Madison dan Jeremy Allen White juga membintangi thriller tentang seorang staf Facebook (Madison) yang bekerja sama dengan seorang jurnalis (White) untuk membongkar kebenaran yang mengkhawatirkan tentang perusahaan itu. Respons kritik beragam, dengan skor Rotten Tomatoes 57 persen, meski ulasan kritikus utama film THR, David Rooney, menyebutnya sebagai “thriller pelapor (whistleblower) yang memikat.” Dalam percakapan terbaru dengan THR, Sorkin membuka peluang untuk film ketiga bertema Facebook. “Setiap kali saya selesai mengerjakan sesuatu, saya selalu seperti Sisyphus kembali di kaki gunung,” ujarnya. “Film ini tayang 9 Oktober. Pada 10 Oktober, saya akan kembali di kaki gunung, dan saya tidak akan tahu apa-apa. Jadi kalau ada cerita bagus datang dan latarnya di Facebook, tentu.” Akhir pekan ini juga ada rilis terbatas: dokumenter Alex Gibney Musk, film Misty Green dari Chris Rock, serta drama biografi Tenzing. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
Dalam persaingan box office akhir pekan, angka pratinjau Kamis sering menjadi termometer awal, meski tidak selalu menentukan napas panjang sebuah film. Namun selisih US$3,6 juta versus US$650 ribu menunjukkan Other Mommy memulai dengan momentum yang lebih nyata. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
Universal menargetkan pembukaan US$20 juta untuk Other Mommy dari 3.200 layar, sebuah skala rilis yang agresif untuk horor berbiaya US$19 juta. Secara bisnis, horor memang kerap “kebal kritik” karena bertumpu pada rasa penasaran, pengalaman kolektif di bioskop, dan pemasaran yang menekankan sensasi. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
Masalahnya, skor Rotten Tomatoes 18 persen memberi sinyal kualitas yang dipertanyakan dan berpotensi menjegal penjualan pada pekan kedua. Kutipan Richard Lawson yang menyebut film “koleksi kejutan dan mitologi setengah matang” mengindikasikan kelemahan pada cerita, yang biasanya menentukan daya tahan dari mulut ke mulut. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
Di sisi lain, The Social Reckoning justru menghadapi tantangan berbeda: bukan kekurangan “gimmick”, melainkan beban ekspektasi warisan. Film ini membawa nama Aaron Sorkin dan memposisikan diri sebagai tindak lanjut faktual dari The Social Network yang dulu membuka US$22,4 juta dan meraih total global US$224 juta. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
Dengan anggaran US$30 juta dan proyeksi pembukaan sekitar US$7 juta, Sony tampaknya mengandalkan prestise, diskusi publik, dan daya tarik tema whistleblower. Skor Rotten Tomatoes 57 persen menunjukkan penerimaan “cukup”, tetapi tidak cukup kuat untuk memicu ledakan penonton arus utama. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
Faktor pergantian pemeran Mark Zuckerberg dari Jesse Eisenberg ke Jeremy Strong juga bisa memengaruhi persepsi, terutama bagi penonton yang melekat pada ikonografi film 2010. Bagi sebagian orang, ini pembaruan yang segar, tetapi bagi yang lain, ini mengurangi rasa “kelanjutan” yang mereka cari. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
Menariknya, artikel juga menyinggung contoh Digger yang meraih pratinjau US$1,2 juta namun hanya berakhir US$8 juta di akhir pekan, menandakan pratinjau tidak selalu berbanding lurus dengan total. Perbandingan ini menegaskan bahwa The Social Reckoning masih mungkin tumbuh jika percakapan publik menguat, tetapi start yang kecil tetap membuat jalannya menanjak. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
Pertarungan pekan ini memperlihatkan paradoks industri: film dengan kritik buruk bisa memimpin, sementara film yang “serius” harus berjuang mencari penonton. Ini bukan semata soal selera, melainkan soal cara pemasaran menyalakan rasa ingin tahu dalam waktu singkat. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
Other Mommy menjual pengalaman instan, yaitu takut dan terkejut, yang mudah diterjemahkan menjadi keputusan membeli tiket. Ketika penonton menginginkan hiburan cepat, kualitas narasi sering menjadi urusan belakangan, setidaknya pada akhir pekan pembuka. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
The Social Reckoning menjual refleksi, yaitu mengulik “kebenaran yang mengkhawatirkan” tentang perusahaan teknologi, dan itu membutuhkan kesiapan mental penonton. Di era kelelahan informasi, tema Facebook bisa terasa dekat sekaligus melelahkan, sehingga film harus menawarkan urgensi emosional, bukan sekadar urgensi isu. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
Pernyataan Sorkin tentang kembali menjadi “Sisyphus di kaki gunung” juga terasa seperti komentar meta tentang industri yang tak pernah selesai mengulang topik besar. Jika film ketiga benar terjadi, pertanyaannya bukan lagi “apa yang belum diceritakan”, melainkan “mengapa publik masih perlu mendengarnya” dalam bentuk sinema. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
Akhir pekan ini, box office memperlihatkan dua strategi bertolak belakang: horor yang mengandalkan dorongan adrenalin, dan thriller fakta yang mengandalkan daya pikir. Angka pratinjau menempatkan Other Mommy di jalur unggul, sementara The Social Reckoning harus membangun gelombang dari percakapan dan reputasi. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)
Namun kemenangan pembuka bukan vonis akhir, karena daya tahan film ditentukan oleh kepercayaan penonton setelah menonton. Pada akhirnya, yang patut direnungkan adalah ini: apakah kita membeli tiket karena ingin “merasakan sesuatu” selama dua jam, atau karena ingin “memahami sesuatu” yang mengganggu kenyamanan kita sehari-hari. (Orbit dari berbagai sumber, 12 Oktober 2026)